WAKO SOLOK BERIKAN ASURANSI BAGI SELURUH MUBALIGH ZAKAT DAN PARA PENYIAR AGAMA ISLAM

Waikota berikan tunjungan kepada garin serta guru ngaji

SUMBARTIME.COM-Walikota Solok, Zul Elfian memerintahkan kepala bagian Kesra sekrerariat Sekda kota Solok untuk mengakomodir pemberian asuransi bagi mubaligh zakat dan para buya yang ada didaerah yang dipimpinnya itu, menurut Zul Elfian, perlunya diberikan asuransi kepada mereka karena para mubaligh Zakat dan buya itu adalah pejuang yang ikut menyebarkan syariat Islam disaat kerasnya kehidupan yang dipengaruhi oleh perkembangan zaman atau di era globalisasi seperti sekarang ini.

Perintah itu disampaikan oleh walikota Solok lansung ke Kabag Kesra Pemko Solok, Heppy Darmawan, disela kesempatannya memberikan sepatah kata dan membuka secara resmi pelatihan para Da’i dan Mubaligh Zakat yang diselanggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kota Solok, Selasa 17 April 2018, di Salah satu ruangan di Masjid Agung Al Muksinin Kota Solok.

Iklan

Dalam paparannya, walikota Solok mengatakan bahwa, Da’i, Mubaligh zakat, dan para buya yang ada, memiliki peran tersendiri dalam membumikan agama Islam ditengah kehidupan bermasyarakat, dan selain ikut serta menyiarkan  syariat Islam, Mubaligh Zakat juga menjadi pejuang bagi fakir miskin yang layak untuk disantuni, karena dari upayanya melalukan jemput bola kepada para pembayar Zakat, para fakir miskin dapat disantuni secara berkala, dan hal itu jelas juga akan  berdampak kepada mengerucutnya angka kemiskinan didaerah setempat.

Orang nomor satu dikota Solok itu juga mengatakan, Baznas menyandang tugas yang mulia dan sangat diridhoi Allah, dan apabila kita mampu memberiikan yang terbaik untuk Allah, maka Allah menjanjikan akan membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda, dan akan selalu menjaga setiap langkahnya.

Dalam menjalankan tupoksinya sebagai  pengumpul dan penyalur Zakat yang ada, Bazanas juga berkewajiban untuk menyelamatkan masyarakat dari kesensaraan, seperti halnya menyelamatkan masyarakat yang telah terjerumus kedalam permainan tangkulak atau lintah darat.

Dalam hal itu walikota Solok menyarankan agar Baznas membuat regulasi terhadap para fakir miskin atau masyarakat miskin yang ada, bagi mereka yang telah berhutang kepada lintah darat agar dibantu mencarikan solusinya, sebab katanya,  akan tidak ada artinya  zakat yang diberikan kepada mereka, karena sudah pasti akan dipergunakan untuk membayar bunga dari hutangnya tersebut.

Lebih jauh mantan wakil walikota Solok itu memaparkan, pelatihan untuk para Da’i dan Mubaligh Zakat merupakan hal yang perlu untuk dilakukan, selain untuk memberikan pembekalan atau menambah ilmu yang telah ada, pelatihan juga akan berdampak kepada meningkatnya mental  para mubaligh zakat dalam melaksanakan tugasnya, sebab katanya, dalam mengumpulkan zakat, para Mubaligh Zakat juga harus berani mengatakan wajib zakat kepada orang yang harus membayar atau mengeluarkan zakatnya.

Mengakhiri paparannya itu, walikota Solok mengapresiasi Baznas kota Solok yang katanya telah mampu dalam meningkatkan hasil zakat secara berkala, dan dengan perubahan sitim yang dilakulan Baznas sekarang ini, yakni menyalurkan Zakat secara berkala atau tidak menghimpunnya terlebih dahulu, akan benar benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

” Berikanlah Zakat kepada orang yang layak untuk menerimanya, dan syarat yang utama mereka harus Sholat dan menjauhi perbuatan yang dilarangan Allah ” ungkap Walikota Solok.

Dari liputan Sumbartime.com,  pelatihan Da’i dan Mubaligh Zakat diikuti oleh 40 orang peserta yang berasal dari kota Solok, dan sesuai program yang telah diagendakan Baznas kota Solok sebagai pelaksana, kegiatan akan dilaksanakan selama dua hari, yakni dimulai pada Selasa 17 April 2018 dan akan ditutup kembali pada Rabu 18 April 2018, dalam pelaksanaannya, panitia pelaksana mrndatangkan pemateri dari Baznas Sumbar dan Baznas Kota Pariaman. (Gia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here