Ustadz Pondok Pesantren di Tapung Kampar Menjadi Korban Penganiayaan

gambar ilustrasi

SUMBARTIME.COM-Di laporkan telah terjadi tindakan pemukulan dan penganiayaan terhadap seorang Ustadz yang mengajar di pondok pesantren Jalan Garuda Sakti, KM 6, Tapung, Kampar.

Informasinya seorang ustadz bernama Sutrio, diduga telah menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan oleh pimpinan ormas tertentu di wilayah tersebut.

Iklan

Diceritakan oleh ustadz As’ad, Senin (9/11) peristiwa terjadi sekitar seminggu yang lalu, ujarnya. Namun korban serta penghuni pondok pesantren tutup mulut dan tidak ingin menceritakan ke luar dengan lasana keamanan.

Menurut As’ad korban serta penghuni pondok merupakan orang pendatang di wilayah tersebut, jelasnya.

Kasus terungkap ke permukaan setelah adanya kegiatan dan pertemuan Majelis Tablig. Dalam pertemuan tersebut didapat informasi adanya ustadz di pondok pesantren Jalan Garuda Sakti, KM 6, Tapung, Kampar dipukuli dan dianiaya, oleh pimpinan ormas tertentu di wilayah setempat inisial A.

Menurut Ustad As’ad, saat dirinya ingin menghadiri kegiatan Majelis Tabliq, ada salah seorang murid pondok Jalan Garuda Sakti yang menumpang di atas mobilnya. Selanjutnya murid tersebut menceritakan kejadian adanya ustadz pesantren dipukul dan dianiaya oleh pimpinan ormas tertentu.

Penasaran dengan cerita murid pondok itu, selanjutnya Ustad As’ad mendatangi pondok di kawasan Tapung tersebut. Saat berada di pondok di melihat di wajah serta tubuh korban (Usatdz Sutrio) masih terdapat ada sisa lebam dan membiru. Padahal penganiayaan itu terjadi seminggu yang lalu, ungkapnya.

As’ ad menceritakan aksi dugaan penganiayaan dan pengoroyokan itu terjadi di dalam Mushola pondok pesantren setempat. Pelaku yang datang bersama teman temannya dengan menggunakan mobil 3 unit, datang mencari Ustadz Sutrio.

Awalnya sesampai di pondok, pelaku dan rekan rekannya sebanyak 6 orang langsung mendobrak asrama putri, hingga justdazah dan siswi pesantren sempat ketakutan. Saat itu pimpinan ormas tertentu inisial A menanyakan keberadaan ustadz Sutrio.

Selanjutnya A serta gerombolannya, langsung mencari keberadaan korban yang diketahui sedang di Mushola. Sesampai di Mushola, tanpa membuka alas kaki, A, dan gerombolannya, langsung masuk menginjak karpet dan sajadah Mushola menuju tempat korban.

Saat itulah korban (Ustadz Sutrio) langsung dianiaya, oleh pelaku. Korban yang berbadan kecil itu, dipukul ditendang, serta diinjak oleh pelaku di dalam Mushola. Selain itu, wajah serta tubuh korban sempat dipukuli dengan rotan oleh pelaku. Tidak sampai disitu saja, jenggot korban yang panjang sempat ditarik oleh pelaku dan mengatakan apa yang dibanggakan dengan jenggot panjang tersebut.

Adapun menurut As’ad lagi, adapun penyebab terjadinya aksi arogan serta penganiayaan terhadap korban yang dilakukan oleh pimpinan ormas tertentu setempat dipicu oleh laporan anak pimpinan ormas tersebut.

Kepada pelaku, anaknya melaporkan jika dirinya mengaku telah dipukuli oleh korban (Ustadz Sutrio). Namun setelah ditelusuri, ternyata laporan tersebut tidak benar adanya, ungkap As’ad.

Terkait kasus tersebut, Ustad As’ad telah berkoordinasi dengan pamannya yang juga merupakan tokoh ormas tertentu yang sama di daerah Rokan Hulu, Riau. Oleh sang paman, disarankan kasus tersebut dilaporkan ke polisi dan segera berkoordinasi dengan Ketua Ormas FPI Pekanbaru, Husni Thamrin.

Saat ini korban telah membuat laporan ke Polda Riau dengan nomor laporan polisi LP/450/XI/2020/SPKT/RIAU tanggal 6 November 2020 atas penganiayaan dan pengeroyokan terhadap korban, jelasnya. (kr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here