SUMBARTIME.COM-Usai melaksanakan ibadah Sholat Jumat, ratusan warga Nunang Daya Bangun (NDB) dan jamaah Mesjid Mukhlisin, Payakumbuh, ramai ramai mendatangi lokasi eks bioskop Karya untuk membentangkan spanduk penolakan keberadaan kafe di lokasi tersebut.
Ratusan warga dan jamaah tersebut, Jumat (1/11) siang, sekira pukul 13.00 WIB, secara damai menolak dengan tegas rencana akan hadirnya kafe yang terindikasi hohohihi alias mesum. Untuk itu warga dan jamaah meminta kepada Pemerintah Daerah untuk tidak memberi dan mengeluarkan izin pengoperasian tempat hiburan malam tersebut.
Menurut salah satu warga yang berhasil dikonfirmasi oleh awak media di lapangan, mengatakan jika mereka menolak keberadaan kafe di bekas gedung bioskop Karya dengan alasan kafe tersebut terindikasi berbau mesum. Dijelaskannya, Kafe yang konon kabarnya pindahan dari kafe yang ada di kawasan Ramayana tersebut, diduga menyediakan wanita malam untuk menghibur para tamu yang datang.
” Jangan kotori kampung kami dengan aksi maksiat,” timpalnya, yang disambut pekikan Takbir, oleh para jamaah lain.
Hal yang sama juga dikatakan oleh Imam Mesjid Mukhlisin, Ustadz Agus. Saat awak media mewawancarai dirinya, Ustadz Agus berharap agar pihak berwenang tidak memberikan izin pengoperasian kafe di lokasi bekas bioskop. Disamping terindikasi ada dugaan berbau maksiat, juga lokasi sangat berdekatan dengan sarana ibadah umat muslim, paparnya nya mengatakan.
Sementara, tokoh pemuda NDB, Dedi Hendri kembali dengan tegas mengingatkan agar jangan ada oknum yang coba coba “bermain” dibalik kesepakatan warga dan jamaah yang menolak dengan tegas keberadaan kafe tersebut di eks bioskop Karya. Menurutnya, keputusan warga Kelurahan NDB dan Jamaah Mesjid Mukhlisin sudah final menolak keberadaan kafe berbau maksiat di daerah mereka, pungkasnya mengatakan. (aa)





















