Totok Area Terlarang, Seorang Dukun Cabul Ditangkap Polisi

terduga dukun cabul

SUMBARTIME.COM-Seorang dukun cabul inisial EK (37) warga Desa Titian Resak Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau, ditangkap polisi lantaran diduga telah melakukan tindakan cabul kepada pasiennya.

Peristiwa itu terjadi pada tanggal 8 Februari 2021 pekan lalu di rumah korban sendiri. Korban inisial Mawar (24) terpekik dan menangis dan lari terbirit birit setelah kemaluannya dijamah pelaku dengan modus pengobatan terapi totok.

Iklan

Kisah bermula dari kedatangan pelaku ke rumah korban pada Senin (8/2) pagi hari sekira pukul 09.30 WIB. Lantaran orang tua korban bernama Harbani (45) mengenal pelaku, maka orang tua korban menceritakan jika anaknya (Mawar) telah lama mengidap suatu penyakit.

Bahkan si orang tua menceritakan telah berbagai cara pebgobatan ditempuh termasuk melakukan operasi, namaun mawar tak kunjung sembuh jua, paparnya kepada pelaku.

Mendengar cerita orang tua korban, pelaku mengaku bisa menyembuhkan penyakit si anak dengan cara pengobatan alternatif terapi totok.

Mendengar pengakuan pelaku yang bisa melakukan pengobatan serta lantaran ingin anaknya sembuh, maka si orang tua berharap agar pelaku bisa mengobati anaknya termasuk menerima persyaratan diobati pada malam hari dan di dalam bilik hanya berdua saja antara korban dan pelaku.

Malam harinya, sekira pukul 22.30 WIB, pengobatan terapi totok pun dimulai. Pelaku bersama korban masuk ke dalam bilik tanpa adanya cahaya lampu. Saat itu pelaku yang dikenal sebagai dukun kampung itu, langsung melancarkan aksinya, menotok dan mengurut seluruh tubuh korban dari ujung kaki hingga ujung rambut.

Tak lama berselang, tiba tiba dari dalam kamar gelap itu terdengar pekikan Mawar dan sedetik kemudian dirinya terlihat keluar berlari sambil menangis, sehingga beberapa urang yang ada di rumah tersebut menjadi heran.

Selanjutnya Harbani langsung mendekati Mawar dan mencoba menenangkannya. Setelah korban agak sedikit tenang, Harbani meminta anaknya menceritakan apa yang terjadi. Selanjutnya korban di depan orang banyak bercerita jika dirinya baru saja mendapatkan tindakan pencabulan dari dukun totok.

Ungkapnya, jika tangan dan jari si dukun memasuki area terlarangnya serta mengerayangi bagian sensitifnya, tutur korban polos. Mendengar pengakuan korban, orang tua serta beberapa orang yang ada di dalam rumah tersebut langsung emosi dan mengamankan si dukun cabul selanjutnya langsung diserahkan ke polisi.

Terpisah, Senin (15/2) siang, Paur Humas Polres Inhu, Aipda Misran, membenarkan penangkapan terhadap pelaku terduga dukun cabul. Menurutnya kasus dugaan pencabulan terhadap Mawar telah diserahkan dan diproses oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), ujarnya mengatakan. (kr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here