Tetangga Edan, Orang Mati Diduga Bunuh Diri Malah Dikasih HP Buat Nelpon

Ini kejadian tragis, haru namun juga menggelikan. Terjadi di Kota Medan, Sumatra Utara, Selasa 17 Oktober 2017, kemaren. Seorang pria bernama Yoga (26) warga Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Sunggal, nekad bunuh diri di rumah kontrakannya.

Korban yang juga masih terbilang pengantin baru ini nekad bunuh diri, diduga akibat istrinya bernama Kartika (30) pulang ke rumah orang tuanya, usai bertengkar. Di duga panik dan kalut, akhirnya Yoga nekad gantung diri dengan seutas tali.

Iklan

Aksi nekad korban di ketahui, saat tetangga korban bernama Deksen (54) datang ke rumah korban, untuk menyuruh korban mengangkat panggilan telepon dari istri korban, kartika.

Sebelumnya, diketahui Kartika saat itu mencoba menghubungi nomor hp korban. Namun tak diangkat korban saat Kartika berkali kali menghubunginya. Untuk itulah Kartika menghubungi nomor Hp Deksen agar bisa menyambungkan ke korban.

Sebagai tetangga yang baik Daksen saat dihubungi oleh Kartika, langsung mencari korban ke rumahnya. Karena pintu terbuka, tetangga tersebut langsung nyolonong masuk ke dalam rumah.

Awalnya Daksen melihat korban sudah dalam kondisi tergantung, namun dirinya tak percaya bahwa korban bunuh diri. Malah saat itu Deksen berkata kepada korban, agar menjawab telepon dari istrinya.

”  Mulanya aku melihat korban teragantung, tapi aku tak percaya korban bunuh diri, aku malah berkata kepada korban,” Nih istrimu nelpon, jawablah kata istrimu,”, terang Daksen kepada awak media.

Namun berkali kali Deksen bicara sama korban, ternyata korban hanya diam saja, hingga membuat Deksen menjadi panik, dan menelepon balik Kartika mengatakan ada yang tidak beres terhadap korban, suami Kartika.

Selanjutnya Kartika bersama keluarganya datang ke lokasi kejadian, saat itulah mereka kaget melihat korban sudah tergantung dan tidak bernyawa lagi. Namun pihak Keluarga korban tidak percaya jika korban tewas bunuh diri, meski dari keterangan Kepolisian, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan di tubuh korban.

Bahkan pihak keluarga meminta agar polisi melakukan outupsi atas jenazah korban.

Sementara dari pihak Kepolisian, Iptu Martua Manik, Kanit Reskrim Polsek Sunggal kepada awak media mengatakan pihaknya akan melakukan outopsi atas permintaan keluarga korban. Namun dirinya juga menjelaskan bahaw saat pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan dari tubuh korban, pungkasnya mengatakan. (ujg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here