Terkuak Vaksin Rubella Mengandung Babi dan Organ Manusia

Vaksin Rubella mengandung unsur babi dan organ tubuh manusia

SUMBARTIME.COM-Terkuak, vaksin Measles Rubella (MR) yang didistribusikan di Indonesia melalui sekolah sekolah serta para balita ternyata positif mengandung babi dan organ manusia.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Majelis Ulama (MUI) Kalbar HM Basri Har. Menurutnya, vaksin Rubella yang diproduksi oleh Serum Institute of India (SII) dan didistribusikan di Indonesia oleh Biofarma positif mengandung babi dan bahan dari organ manusia (Human Deploit Cell)

Iklan

Dijelaskan menurut HM Basri lagi, jika pihak Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) telah melakukan pemeriksaan awal terhadap kandungan vaksin MR. Dalam pemeriksaan itu ditemukan di dalam unsur vaksin Rubella barang yang jelas haram yakni unsur babi dan organ tubuh manusia, ungkapnya mengatakan.,kepada awak media, Minggu (19/08) sore.

Dengan adanya unsur haram di dalam Vaksin Rubella, MUI jelas jelas tidak akan bisa memberikan sertifikat halal kepada produk tersebut, tambahnya lagi.

Direncanakan, pada Selasa (21/08) MUI Kalbar akan mengadakan rapat pleno dengan MUI Pusat untuk menentukan sikap terkait telah berjalannya pendistribusian Vaksin Rubella tersebut.

Sebelumnya diketahui jika vaksin Rubella itu mengandung babi dan organ tubuh manusia berasal dari link website www. halalmui.org pada beberapa hari yang lalu dengan judul “Positif, Vaksin MR Mengandung Babi dan Human Deploit Cell.

Namun saat ini situs halaman website itu sudah tidak bisa lagi di akses oleh para warga netizen.

Dijelaskan pada artikel itu ditulis..
Berdasarkan paparan yang dikemukakan dalam surat oleh Pimpinan LPPOM MUI kepada Pimpinan Harian MUI Pusat dan dibacakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat Bidang Fatwa Drs H Sholahudin Al-Aiyub MSi dalam Sidang Komisi Fatwa MUI di Jakarta, Rabu (15/8/2018).

Bahan yang digunakan dan proses produksi Vaksin MR telah diterima dari pihak SII India melalui korespondensi yang dilakukan.Berdasarkan data yang diberikan oleh pihak produsen di India terdapat bahan berasal dari babi yaitu gelatin yang berasal dari kulit babi dan tripsin yang berasal dari pankreas babi.

Ada pula bahan yang berpeluang besar bersentuhan dengan bahan babi dalam proses produksi yaituLactalbumin hydrolisate sebagai media yang kaya protein dalam proses produksi vaksin tersebut. Selain itu, ada pula bahan yang berasal dari organ tubuh manusia yaitu Human Deploit Cell.Dengan hasil telaah awal itu artinya tugas LPPOM MUI sudah selesai.>Karena informasi awal itu sudah diyakini bahwa Vaksin MR tidak bisa dilanjut proses sertifikasi halalnya.

Karena, terbukti positif mengandung unsur-unsur bahan yang haram dan najis menurut kaidah syariahDengan kenyataan itu, kemudian Dewan Pimpinan Harian MUI Pusat menyerahkan masalah kelanjutan dari penggunaan Vaksin MR yang tidak bisa diproses sertifikasi halalnya ooleh LPPOM

Menanggapi hal itu, sejatinya MUI dengan Komisi Fatwa sangat mendukung program imunisasi yang dilakukan oleh pemerintah dengan menetapkan Fatwa Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi. Namun tentu vaksin yang digunakan Wajib Halal.

Namun juga, dengan kenyataan tentang Vaksin MR yang terbukti mengandung babi, yang diakui pula oleh Pihak Kemenkes, maka pihak Kemenkes mengajukan permohonan fatwa yang lain tentang urgensi Vaksinasi MR yang sangat mendesak, selain tentang sertifikasi produk tersebut.Berkenaan dengan hal yang krusial itu, maka Komisi Fatwa (KF) MUI akan menelaah fatwa tentang kelanjutan vaksinasi MR yang telah dilakukan oleh Kemenkes secara masif pada 2017 di kawasan pulau Jawa, dan pada 2018 ini di daerah-daerah luar Jawa. (TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here