Terkait Pengeroyokan Santri Ponpes Nurul Ikhlas Koto Baru, Ini Pengakuan Dari Salah Satu Terduga Pelaku

Santri Robi Alhalim masih dalam kondisi koma

Iklan

SUMBARTIME.COM-Terkait dugaan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Santri Pondok Pesantren ( Ponpes) Nurul Ikhlas Koto Baru, bernama Robi Alhalim (17), belasan santri lainnya terduga pelaku pengeroyokan, diperiksa Polres Padang Panjang, Rabu (13/2) siang.

Belasan santri tersebut datang ke kantor polisi dengan didampingi oleh wali santri dan pihak ponpes Nurul Ikhlas.

Dari belasan santri yang dimintai keterangan oleh polisi, dan menurut keterangan salah satu diantara mereka berinisial W (16) menuturkan jika pengeroyokan yang mereka lakukan terhadap korban ( Robi) bukan tanpa sebab, ujarnya.

Tapi menurutnya lagi, mereka melakukan tindak pengeroyokan dan penganiayaan terhadap korban lantaran kesal. Menurut dirinya, Korban diduga sering melakukan aktifitas pencurian barang barang milik warga asrama lainnya.

Di jelaskan oleh W, sebelum kejadian banyak para santri di asrama yang kehilangan barang, mulai dari uang, speaker, serta ponsel, tuturnya.

Terakhir, aksi korban diketahui saat peristiwa salah seorang santri kehilangan memori HP nya. Ironisnya, memori santri yang hilang tersebut dipakai oleh santri lain. Saat ditanyakan kepada santri itu, dari mana dia mendapatkan memori tersebut, santri itu mengaku mendapatkan barang dari korban.

Ketika mendengar pengakuan dari salah seorang santri tersebut, para santri lainnya menjadi emosi dan mencari korban di lingkungan asrama. Selanjutnya setelah korban ditemukan mereka langsung mengintrograsi korban.

Saat itu korban mengakui jika dirinya yang mengambil memori HP salah seorang santri dan sempat meminta maaf. Namun belasan santri yang juga pernah kehilangan barang, terlanjur emosi dan langsung melakukan pengeroyokan memukul korban secara beramai ramai pada Kamis (7/2) malam, papar W lagi.

Namun pengeroyokan itu tidak hanya terjadi pada malam itu saja, ke esokan harinya, Jumat (8/2) sekira pukul 23.00 WIB , kembali korban mendapatkan pengeroyokan dan penganiayaan lagi sehingga korban mengalami kritis, luka lebam dan dilarikan ke RSUD Padang Panjang, dan dipindahkan ke M. Djamil Padang, ujar santri tersebut kepada para awak media.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Padang Panjang, Iptu Kalber Jonaidi, membenarkan peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan terhadap korban oleh belasan santri lainnya di Ponpes Nurul Ikhlas, Koto Baru.

Menurutnya saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan dari belasan santri yang diduga terlibat dalam aksi tersebut paparnya mengatakan. (ezi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here