Terkait Penembakan DPO Kasus Judi di Solok Selatan, Pihak Keluarga Sebut Tidak Ada Perlawanan Saat Ditangkap

lokasi D terkapar usai ditembak

SUMBARTIME.COM-Terkait tewasnya seorang DPO kasus judi inisial D di Solok Selatan akibat ditembak polisi di bagian kepalanya, pihak keluarga dari tersangka membantah dan menepis tuduhan terhadap D oleh aparat.

Menurut adik ipar D, Benni Endo, Jumat (29/1) di Padang menjelaskan, jika tuduhan kakak iparnya ditembak hingga tewas akibat melakukan perlawanan dengan senjata tajam saat ditangkap, itu tidak benar, ujarnya.

Iklan

“Tidak benar kakak ipar saya melawan saat hendak ditangkap polisi,” ungkap Endo.

Endo menjelaskan, kronologi kejadian jelang detik kakak iparnya terkapar usai ditembak. Menurutnya saat beberapa aparat polisi dengan berpakaian preman datang menggerebek rumah kakak iparnya, saat itu kakak iparnya (D) sudah dalam kondisi menyerah dengan mengangkat tangan dekat mesin cuci.

Namun ketika polisi melakukan penggeledahan, kakak iparnya mencoba kabur melarikan diri menuju arah belakang rumah. Saat itulah polisi melakukan pengejaran dan diikuti oleh kakak Endo (istri D).

Sesampai di TKP, terjadi penembakan yang dilakukan salah satu anggota polisi terhadap D yang juga disaksikan oleh istrinya. Sedetik kemudian, D terkapar. Dari wajahnya keluar dan mengalir percikan darah.

Melihat peristiwa tragis di depan matanya, kakak (istri D) langsung histeris dan meraung meratapi kondisi D yang terkapar berlumuran darah di bagian wajahnya.

Endo juga menuturkan, saat mencoba melarikan diri dari tangkapan polisi, kakak iparnya tidak ada membawa atau memegang jenis senjata tajam apapun. Namun herannya setelah kejadian, satu unit pisau dapur dan satu clurit yang terletak di rumah hilang. Endo menduga kedua barang tersebut dijadikan sebagai barang bukti oleh pihak polisi, paparnya.

Sementara itu, adapun kronologi menurut pihak kepolisian yang disampaikan oleh Kapolres Solok Selatan AKBP Tedy Purnanto, usai insiden peneyerangan dan perusakan Mapolsek Sungai Pagu, menuturkan jika peristiwa berawal dari penangkapan seorang DPO tersangka kasus judi inisial D.

Dalam penangkapan tersebut, D tewas akibat tertembak di bagian kepalanya oleh aparat yang sedang menjalankan tugas. Disebutkan, saat penangkapan itu, tersangka D sempat melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam yang membahayakan nyawa aparat. Bahkan Tedy mengatakan jika ada anggotanya sewaktu penangkapan mengalami luka bacok di bagian tangannya yang dilakukan oleh tersangka.

Terpisah, pada Kamis (28/1) Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stake Bayu kepada para awak media menjelaskan, terkait peristiwa penyerangan Mapolsek Sungai Pagu, pihaknya sempat menurunkan 1 SSK Brimob ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan mengantisipasi serangan susulan dari kelompok massa.

Selain itu, Stake Bayu juga menjelaskan, Pihak Polda juga menurunkan Divisi Propam untuk melakukan pemeriksaan terkait posedural penembakan yang dilakukan oleh anggota saat penangkapan tersebut. Stake Bayu juga berjanji dalam mengusut dan memeriksa persoalan tersebut akan transparan dan terbuka bagi publik, paparnya menjelaskan. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here