Terkait Korban di Lokasi Tambang Emas Ilegal di Solok Selatan, 4 Tewas 4 Luka Luka dan 1 Selamat

gambar ilustrasi, tambang emas

SUMBARTIME.COM-Empat dari sembilan orang penambang emas ilegal yang tertimbun longsor di kawasan Jorong Kapalo Koto, Nagari Abai, Kecmatan Sangir Batanghari, Kabupaten Solok Selatan telah ditemukan.

Sebelumnya, dari 4 orang yang tertimbun baru ditemukan dua orang hingga Rabu (13/1) siang. Kemudian pada sore harinya sekira pukul 17.00 WIB, di hari yang sama ditemukan sebanyak dua orang lagi. Adapun kondisi 4 korban yang tertimbun tersebut telah meninggal dunia.

Iklan

Hal itu diungkapkan Camat batanghari, Gurnahadi, Rabu malam 13 Januari 2021. Menurutnya dari 9 orang penmbang tersebut 4 yang tertimbun longsor telah ditemukan pada Rabu sore hari. Sementara 5 orang selamat.

Adapun dari 5 orang yang selamat itu, hanya 1 orang yang benar benar dalam kondisi sehat, sementara 4 orang lagi, dalam kondisi luka luka dan ada yang patah tulang, bebernya menjelaskan.

Di jelaskan para korban yang meninggal masing masing, Sugito (32) Yudi Purnomo (32), Sulistiyono (41) ketiganya berasal dari Pati Jawa Tengah, sementara satu korban meninggal lagi, bernama Miyanto (51) asal Bunut Selatan, Lampung.

Ke empat korban yang meninggal dikembalikan ke agen mereka di Dharmasraya. Sementara 5 orang korban selamat masing masing, Suprianto (25), Audi (23), Sutikno (35), Arif (25), dan Kuwok (25), sambung Gurnahadi.

Seperti diketahui, Pada Senin 11 Januarai 2021 malam sekira pukul 20.00 WIB, telah terjadi aktifitas penamabangan emas ilegal di kawasan Jorong Kapalo Tuo, Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batanghari, Kabupaten Solok Selatan.

Para penambang itu melakukan aktifitas mereka di lokasi yang sangat jauh dari pemukiman penduduk. Lebih kurang butuh waktu kurang lebih 4 jam an dengan berjalan kaki menuju lokasi.

Saat sebelum peristiwa kejadian, ke 9 penambang ilegal itu melakukan aktifitas mereka dengan menggunakan mesin dompeng di tengah derasnya hujan yang turun di lokasi. Saat itulah beberapa saat usai bekerja ketika para penambang bermaksud hendak pulang terjadilah petaka tersebut.

Tiba tiba tanah galian tambang tersebut longsor serta materialnya menimbun para penambang. 5 orang sempat berhasil keluar dari timbunan. Sementara 4 orang lagi, terkubur material longsor.

Sempat dilakukan upaya pencarian oleh Tim SAR gabungan, hingga Selasa malam dari 4 yang terkubur baru berhasil ditemukan 2 korban dalam kondisi tewas. Selanjutnya pada Rabu sore hari Tim SAR berhasil menemukan 2 korban lagi juga dalam kondisi tidak bernyawa.

Adapun lokasi penambangan emas yang ilegal tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stake Bayu, Rabu (13/1). Menurutnya aktifitas penambangan emas yang dilakukan oleh ke 9 korban tersebut tidak memiliki izin alias ilegal, tuturnya menjelaskan. (ki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here