Tepis Isu Payakumbuh ‘Sorga’ Bagi LGBT, Puluhan Ribu Warga Akan Deklerasi Tolak Kaum Sodom dan Sejenis

Warga Payakumbuh Tolak LGBT

SUMBARTIME.COM-Tepis image jika Kota Payakumbuh adalah ‘ sorga’ bagi kaum LGBT, direncanakan pada Senin 5 November 2018, pekan depan, Pemko Payakumbuh bersama panitia anti LGBT akan mendeklerasikan ” Tidak Ada Tempat Bagi Kaum Sodomi maupun Lesbi di Payakumbuh”

Hal itu seperti dikatakan oleh Asisten I Pemko Payakumbuh Yoherman dalam rapat persiapan kegiatan deklerasi Anti LGBT, di aula Kantor Balaikota, Senin (29/10) kemaren. Menurutnya, Pemko tidak hanya konsen memerangi LGBT, namun lebih luas pihaknya juga akan memerangi segala penyakit masyarakat (Pekat) yang akhir akhir ini intensitasnya cukup mengkuatirkan terjadi di Kota Payakumbuh, ucap Yoherman mengatakan.

Iklan

Sementara menurut Ahmad Ghani, Ketua panitia acara deklerasi, kepada awak media juga membenarkan jika masyarakat bersama Pemko sepakat akan memerangi segala bentuk kemaksiatan baik LGBT, Narkoba, Judi, serta pergaulan bebas yang mulai marak terjadi di Kota Payakumbuh.

Direncanakan ada sekitar 20 ribuan warga Kota Payakumbuh yang akan ikut dalam deklerasi tersebut. Acara deklerasi yang di isi dengan longmarch dari Stadion Kubu Gadang menuju Kantor Walikota Payakumbuh di Lapangan Eks. Poliko. Sebelum sampai di kantor Walikota, peserta longmarch akan melewati Simpang Labuh Silang, Pasar Ibuh, Tugu Adipura dan langsung menuju kantor Walikota, papar Ahmad Ghani.

Terpisah, Walikota Payakumbuh, Riza Falepi saat dihubungi oleh awak media terkait maraknya maksiat seperti narkoba maupun LGBT di Kota Payakumbuh, beberapa tahun terakhir, mengaku sangat sedih dan geram hal yang memalukan itu sempat tumbuh di wilayahnya.

Menurutnya, Sebagai orang nomor satu di Kota Payakumbuh dia sudah meminta dengan tegas kepada aparat Satpol PP agar benar benar dan serius memberantas segala penyakit masyarakat yang dapat merusak mental dan akhlaq warga.

Bahkan tempat mangkalnya para waria yang terindikasi berada di kawasan depan kantornya bila malam mulai larut, dirinya sudah meminta kepada aparat penegak perda untuk menindak secara tegas.

Bahkan menurut Riza, dirinya juga meminta kepada Satpol PP agar jangan sungkan sungkan melibas segala tempat yang berpotensi munculnya kemaksiatan, seperti kafe kafe yang terindikasi menjual miras, termasuk kawasan tempat kost yang terindikasi longgar pengawasannya.

Terkait dengan tumbuh suburnya LGBT di Kota Payakumbuh, dia berharap agar masalah ini jangan hanya diserahkan saja kepada pihak Satpol PP saja, namun peran pihak keluarga, Niniak Mamak, serta tokoh masyarakat agar bisa berperan aktif mengawasi anak kemenakan mereka yang terindikasi terkena gejala penyakit LGBT.

Jangan biarkan anak anak kita, terjangkit gejala penyakit LGBT, segera laporkan ke lembaga yang kompeten agar bisa ditangani dengan tepat sehingga tidak menjadi sebuah candu yang menyesatkan, tutup Riza mengatakan. (aa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here