Tak Berizin, CV Multirejeki Selaras Berhasil Produksi Ratusan Ribu Dus Kemasan Air Mineral, Warga Tempatan : “Patut Diduga Ini Kejahatan Luar Biasa!”

suasana cv multirejeki kawasan sungai kamuyang

SUMBARTIME.COM-Informasi terkini terkait keberadaan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang air kemasan CV Multirezeki Selaras di Nagari Sungai Kamuyang, Kabupaten Limapuluh Kota, menjelaskan jika warga tempatan tetap menolak dan meminta agar Pemerintahan Kabupaten setempat tidak mengeluarkan izin operasional.

Hal tersebut terungkap ketika, tim awak media Sumbartime.com melakukan investigasi lapangan selama 2 hari berturut turut.

Iklan

Adalah Doni (nama samaran) salah seorang warga tempatan yang tinggal di Nagari Sungai Kamuyang mengungkapkan jika mayoritas warga menolak jika CV Multirejeki Selaras, beroperasi di daearah kawasan mereka. Alasannya menurut warga tersebut, sejak 2 tahun belakangan masyarakat setempat yang mayoritas berprofesi sebagai petani mengalami kekeringan lahan, semenjak pihak perusahaan air kemasan itu melakukan aktivitas mereka mengambil hasil bumi kekayaan Nagari setempat tanpa izin, papar Doni, Minggu (18/9) kemaren.

Pernyataan warga itu juga diperkuat oleh salah satu tokoh masyarakat setempat, Edy SH. MH Dt Simarajo Nan Pandak. Menurutnya kehadiran perusahaan air mineral, CV. Multirejeki Selaras yang berlokasi di Nagari Sungai Kamuyang, lebih banyak mudarat dari pada manfaat bagi warga, jelasnya. Sejak perusahaan kemasan air mineral itu beroperasi sejak Tahun 2021 silam, lahan pertanian mengalami kekeringan. Selain itu sumur sumur rumah warga juga mengalami hal yang sama.

” Ini merupakan sebuah bentuk penzholiman dan kejahatan yang luar biasa kepada masyarakat,” tutur Edy.

Dirinya juga mengungkapkan, semenjak operasional CV Multirejeki selaras dihentikan beberapa waktu kemaren, lahan lahan pertanian serta sumur warga mulai kembali berangsur normal dengan dipenuhi debit air, tutupnya.

Terpisah, Kepala Jorong Tanjuang Kaliang, Nagari Sungai Kamuyang, Arsil, saat ditemui awak media mengaku, jika keberadaan CV Multirejeki Selaras yang bergerak dibidang air kemasan mineral sejak November 2021 silam di tempat mereka, telah membuat resah warga. Warga menolak keras jika perusahan terkait yang dianggap telah merebut sumber mata air lahan pertanian warga dizinkan beroperasi kembali, ungkapnya.

Arsil meminta Pemkab Limapuluh Kota, untuk peka terhadap permintaan masyarakat setempat agar dikemudian hari nanti tidak terjadi hala hal yang tidak diinginkan bersama, bebernya lagi.

Ia menjelaskan, jika sebelum perusahaan air kemasan dengan merek ASRI tersebut beroperasi di kawasan daerah mereka, lahan pertanian serta sumur warga tidak pernah mengalami kekeringan. Namun semenjak beroperasi, puluhan hektare sawah masyarakat di Jorong Tanjuang Kaliang dan Jorong Batang Tabik, terancam mengalami kekeringan. Ini patut diduga telah terjadi sebuah kejahatan luar biasa dan perlu ditindak lanjuti oleh aparat penegak hukum, tandasnya.

Sementara itu, dari hasil menyusuran tim awak media Sumbartime.com, diperoleh informasi jika sejak awak bermula perusahaan CV Multirejeki Selaras beroperasi di kawasan Nagari Sungai Kamuyang Sejak November 2021 silam, hingga Agustus 2022 kemaren, telah berhasil memproduksi ratusan ribu dus dan ratusan ribu unit galon air kemasan mineral. Hal tersebut terungkap ketika awak media berhasil mewawancarai salah seorang mantan karyawan perusahaan yang pernah bekerja di lokasi.

Menurut mantan karyawan yang mewanti wanti agar namanya tidak ditulis di media menjelaskan, jika per hari perusahaan memproduksi 600 dus dan 300 unit galon per hari di lokasi, akunya. Sebelumnya ini telah berjalan selama setahun belakangan sampai operasional di tutup untuk sementara waktu beberapa minggu kemaren di kawasan Sungai Kamuyang, sambungnya.

Mirisnya, CV Multirejeki Selaras yang telah meproduksi ratusan ribu dus dan galon kemasan air mineral dengan merek ASRI diketahui belum memiliki izin operasional secara resmi. Dari penulusuran yang didapat, Keberadaan perusahaan kemasan air mineral di kawasan Sungai Kamuyang tersebut, hanya memiliki izin bangunan yang dikeluarkan oleh Pemerintahan Nagari setempat.

Itu terungkap ketika penjelasan yang diberikan oleh Wali Nagari Sungai Kamuyang, Isral dalam pertemuan dan mediasi antara pihak perusahaan, masyarakat dan Muspika setempat pada akhir Agustus 2022 bulan kemaren. Menurutnya pihak perusaahan pernah berkirim surat ke pihaknya pada Tanggal 15 Juli 2022 terkait aktivitas mereka memproduksi kemasan air mineral di lokasi. Namun saat itu lanjutnya lagi, masyarakat mempertanyakan segala perizinan yang dimiliki oleh pihak perusahaan.

Selanjutnya pada 12 Agustus 2022 memanggil pihak perusahaan untuk menjelaskan terkait pertanyaan masyarakat setempat. Dalam pertemuan itu, Direktur CV Multirejeki Selaras inisial TT mengakui jika perusahaannya telah beroperasi di lokasi walau belum memiliki izin usaha. Alasanya yang bersangkutan saat itu sedang melakukan uji coba mesin, papar Irsal dalam pertemuan itu.

Selain itu Koordinator Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Limapuluh Kota, Irwansyah memberikan keterangan kepada para awak media beberapa waktu yang lalu terkait keberadaan perusahaan CV Multirejeki Selaras di Sungai Kamuyang. Menurutnya izin operasional pihak terkait di kawasan Sungai Kamuyang belum ada yang keluar. Akan tetapi informasinya, pihak perusahaan akan secepatnya menyelesaikan pengurusan segala perizinannya, sambungnya lagi.

Sementara itu pengamat energi dan sumber daya air Widodo SE, menjelaskan jika pada dasarnya penggunaan Sumber Daya Air untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dan pertanian rakyat dapat dilakukan tanpa izin penggunaan Sumber Daya Air untuk kebutuhan bukan usaha. Namun, dalam hal penggunaan Sumber Daya Air untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dilakukan pengubahan kondisi alami Sumber Air atau ditujukan untuk keperluan kelompok yang memerlukan Air dalam jumlah besar, penggunaannya harus dilakukan berdasarkan izin penggunaan Sumber Daya Air itu sendiri.

Dikatakanya hal itu dengan merujuk UU 17 Tahun 2019 Tentang Daya Air. Salah satu pertimbangan dalam UU 17 tahun 2019 tentang Sumber Daya Air dikatakan bahwa dalam menghadapi ketidak seimbangan antara ketersediaan air yang cenderung menurun dan kebutuhan air yang semakin meningkat, sumber daya air perlu dikelola dengan memperhatikan fungsi sosial, lingkungan hidup, dan ekonomi secara selaras guna memenuhi kebutuhan rakyat atas air.

Jika ada sebuah perusahaan tanpa memiliki perizinan yang jelas, mengeruk sumber daya air warga setempat demi mencari kekayaan tanpa memperhatikan keselarasan antar wilayah, antar sektor, serta antar generasi dan cendrung dibiarkan saja oleh Pemerintahan daerah itu sama saja telah melakukan tindakan melawan hukum yang berlaku, tutupnya.

Sebelumnya pada medio Agustus 2022 kemaren, warga Nagari Sungai Kamuyang yang mayoritas berprofesi sebagai petani, menuntut kepada parata pemerintah aparat Nagari setempat untuk meminta menutup aktifitas CV Multirejeki Selaras yang beroperasi di daerah mereka. Warga menganggap pihak perusahaan banyak mendatangkan mudharat dan hanya ingin mencari kekayaan semata dengan mengeruk sumber kekayaan bumi Nagari mereka tanpa memperhatikan dampak buruk bagi kehidupan masyarakat tempatan.

Protes warga Sungai Kamuyang tersebut langsung direspon oleh pihak Nagari dan dilanjutkan ke tingkat Kecamatan. Selanjutnya pada Akhir Agustus 2022 kemaren didapat kata sepakat jika operasional CV Multirejeki Selaras dibekukan di kawasan Sungai Kamuyang. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here