Setelah Sempat Mangkir, KPK Jadwalkan Pemeriksaan Ketua Umum Partai PPP Kamis Besok

ketua Umum PPP

SUMBARTIME.COM-Setelah sempat mangkir dalam pemeriksaan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap jika Ketua Umum Partai PPP, Romahurmuziy alias Romy kooperatif memenuhi panggilan penyidik. KPK menjadwalkan pemeriksaan kepada Romy pada Kamis (23/08) mendatang.

“Kami harap saksi bisa memenuhi panggilan tersebut karena kemarin tidak bisa hadir dengan alasan ada kegiatan lain, jadi kami harap hari Kamis bisa datang,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah seperti dikutip dari Merdeka.com, Rabu (22/08).

Iklan

Romy diperiksa oleh KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap dana perimbangan keuangan daerah dengan tersangka mantan PNS di Kemenkeu Yaya Purnomo. Pada Senin 20 Agustus 2018 kemaren sempat akan diperiksa, namun yang bersangkutan tidak hadir dengan alasan sedang mengadakan kegiatan di Jawa Tengah.

Pemeriksaan terhadap Romi diduga berkaitan dengan penyitaan uang Rp 1,4 miliar dan mobil Toyota Camry. Penyidik menemukan uang Rp 1,4 miliar saat menggeledah kediaman salah satu pengurus PPP di Graha Raya Bintaro, Tangerang Selatan beberapa waktu lalu.

Selain kediaman pengurus PPP, ada dua lokasi lain yang digeledah KPK. Dua lokasi itu yakni rumah dinas anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PAN dan salah satu apartemen di Kalibata City, yang diduga dihuni oleh tenaga ahli politikus PAN tersebut.

Dalam penggeledahan itu penyidik mengamankan dokumen terkait permohonan anggaran daerah dari penggeledahan tersebut. Satu mobil Toyota Camry ikut disita dari rumah dinas anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PAN itu.

Dalam kasus ini KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka. Yakni anggota DPR Fraksi Demokrat Amin Santono, Yaya Purnomo, Ahmad Ghiast, dan Eka Kamaludin. Ahmad Ghiast dan Eka merupakan pihak swasta.

Mereka diduga melakukan tindak pidana suap terkait usulan Dana Perimbangan Keuangan Daerah pada RAPBN-P Tahun Anggaran 2018. Terkuaknya kasus ini merupakan kerja sama KPK dengan bantuan Inspektorat Bidang Investigasi Kementerian Keuangan.**

 

Sumber: Merdeka.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here