Sempat Ditahan Gegara Menuntut Beras Miskin, Wanita Tua Kinali Pasaman Barat ini Kembali Bebas

Sempat ditahan Darlina si pejuang haknya kembali bebas

SUMBARTIME.COM-Sempat ditahan oleh kepolisian Polsek Kinali, Pasaman Barat, selama sehari, Darlina (53) warga Jorong IV Koto Kinali, Kecamatan Kinali, akhirnya bisa kembali pulang menghirup udara bebas, pada Kamis (29/11) malam, sekira pukul 22.20 WIB.

Hal itu terungkap dari pembela hukumnya, Cashmanedhy. Menurut pengacara tersebut, Darlina yang sempat ditahan polisi gara gara terlibat insiden pemukulan demi memperjuangkan haknya untuk mendapatkan jatah beras raskin, akhirnya bisa kembali pulang berkumpul dengan keluarga, ujarnya melalui akun facebooknya.

Iklan
Loading...

Darlina wanita tua itu bersama anaknya sempat dilaporkan oleh Sekretaris Nagari Persiapan IV Koto Kinali, Dafit Fernando (29) atas tuduhan telah melakukan tindakan penganiayaan secara bersama sama pada Kamis 22 November 2018 kemaren di Kantor Walinagari setempat, sekira pukul 10.00 WIB pagi.

Saat itu dirinya bersama anaknya bernama Andi tak bisa menahan emosi gegera haknya menuntut jatah beras raskin diabaikan perangkat nagari. Saat itulah Darlina dan Andi emosi dan terlibat insiden pemukulan dengan memakai tangan serta benda tumpul terhadap Sekretaris Nagari, Dafit Fernando sehingga korban mengalami luka robek di pelipis wajah dan memar bagian punggung.

Tak senang mengalami penganiayaan, Sekretaris Nagari tersebut, melaporkan peristiwa itu kepada Polsek Kinali sehingga berujung pada penahanan Darlina.

Dari keterangan Kapolsek Kinali, AKP Syaiful Zubir, SH, MH, kepada awak media mengatakan jika penahanan terhadap Darlina murni karena kasus penganiayaan secara bersama sama terhadap Sekretaris Nagari. Namun dirinya juga mengungkapkan sebelum permasalahan ini naik, pihak kepolisian sudah meminta agar kasus ini diselesaikan dengan secara kekeluargaan. Namun anak Darlina bernama Andi melarikan diri, sehingga Darlina terpaksa diamankan, tuturnya.

Sementara menurut informasi anak Darlina yang lain, bernama Tety, saat peristiwa kejadian, ibunya Darlina mendatangi kantor Walinagari setempat untuk meminta jatah beras raskin. Namun oleh pihak perangkat Nagari, ibunya tidak bisa lagi menerima jatah dengan alasan dia sudah dapat jatah.

Tak lama kemudian, muncul Andi untuk mengajak ibunya pulang ke rumah sambil mengatakan, tidak dapat jatah raskin kita tetap makan. Mendengar lontaran kalimat Andi tersebut, membuat perangkat Nagari menjadi tersinggung dan terjadilah cekcok yang berujung pada pemukulan terhadap Sekretaris Nagari.

Namun Tety saat ini sudah bisa bernafas lega, dikarenakan ibunya telah bebas kembali setelah sempat menginap ditahanan selama seharian. Untuk itu melalui akun Facebooknya dia mengucapkan rasa terima kasih kepada pihak kepolisian dan pihak pihak terkait lainnya yang telah membantu membebaskan ibunya dari jeratan hukuman. (sgn)

 

Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here