Limapuluh Kota Kecolongan, Ini Jejak Yang Ditinggalkan WNA Asal China di Mangani

mesin domfeng alat tambang milik WNA di mangani

SUMBARTIME.COM-Dari hasil investigasi pihak Imigrasi Agam, Kejaksaan, TNI/Polri, serta Kesbangpol Kabupaten Limapuluh Kota, ke lokasi kawasan hutan Mangani Koto Tinggi, Kamis (30/11) kemarn, tim menemukan sebuah base camp yang diduga keras milik Warga Negara Asing asal China yang baru saja ditinggalkan.

Sebuah bedeng dengan ukuran 4×6 terbuat dari kayu serta beratapkan plastik terpal  warna biru terlihat di lokasi tambang lobang 13 Kawasan Mangani. Menejutkan di dalam bedeng tersebut terdapat alat modren mesin pemecah dan pelebur batu. Disamping itu juga ditemukan genset, kulkas, serta peralatan tambang lainnya.

Iklan
Loading...

Menurut informasi salah satu anggota tim investigasi menyebutkan, ketika sempat bertanya kepada salah satu warga yang ditemukan di dalam lahan mangani tersebut, menyebutkan dengan perasaan was was sedikit takut jika bedeng di lokasi tambang lobang 13 tersebut adalah milik 10 orang WNA asal China yang tak pandai berbahasa Indonesia.

Kepada anggota tim investigasi warga yang bernama Fuad menuturkan jika keberadaan warga asing tersebut di lokasi mangani lebih kurang dua minggu lebih tuturnya. Adapun aktifitas mereka di lokasi adalah melakukan penambangan emas dengan memakai mesin yang cukup modern dan berbeda dengan masyarakat setempat yang hanya memakai alat alat sederhana.

Namun sejak beberapa hari yang lalu saat terdengar heboh soal adanya WNA China ditambang mangani 8 dari 10 warga asing itu pergi dan kabur keluar dari kawasan mangani. Sementara 2 orang WNA lagi baru keluar dan kabur dua hari yang lalu ungkapnya.

Sementara ketua rombongan investigasi, Dani Cahyadi Kepala Kantor Imigrasi Kls II Non TPI Agam, menyebutkan selama melakukan investigasi langsung ke lokasi Mangani pada Kamis (29/11) kemaren, kami tidak menemukan aktifitas warga asing di lokasi. Namun jejak jejak yang mereka tinggalkan di lokasi sangat jelas dan terang benderang dengan adanya keterangan dari warga lokal yang berada di lokasi hutan mangani, ujarnya.

Kami tegaskan memang di kawasan Mangani Koto Tinggi Kabupaten Limapuluh Kota terindikasi adanya WNA asal China yang  melakukan pertambangan ilegal dan mengeksplotasi kekayaan alam Limapuluh Kota, tandasnya.

Terpisah, Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, saat dihubungi Jumat (30/11) siang, mengakui jika pihaknya telah kecolongan. Untuk itu atas nama Pemerintah Kabupaten dirinya meminta maaf dari lubuk hati yang paling dalam kepada seluruh warga Indonesia khususnya masyarakat Limapuluh Kota atas peristiwa yang memalukan ini.

Kedepan pihaknya berjanji akan lebih waspada dan hati hati terkait adanya aktifitas ilegal WNA di kawasan Limapuluh Kota, tutupnya mengatakan. (aa)

Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here