Petaka di Maninjau, Penarikan Paksa Kendaraan Satu Nyawa Debt Collector Melayang

Kumpulan Massa yang mengamuk



SUMBARTIME.COM-Tragis, Satu tewas, Empat luka luka dan Tiga lainnya berhasil kabur melarikan diri saat terjadi amuk massa terhadap Delapan orang Debt Collector di kawasan Simpang Empat Pasar Maninjau, Tanjung Raya Agam, Sabtu (30/3) siang sekira pukul 12.00 WIB.

Iklan

Peristiwa tragis Sabtu siang tersebut, dipicu ulah 8 orang Debt Collector yang merampas paksa dan melarikan satu unit mobil jenis L300 milik warga Pasaman. Akibatnya terjadi perlawanan dari pemilik mobil sehingga terjadilah peristiwa kejar kejaran antara pemilik mobil yang dibantu massa dengan 8 orang Debt Collector yang berujung petaka hilangnya satu nyawa.

Dari informasi yang berhasil dihimpun kejadian bermula saat 8 orang Debt Collector dengan memakai dua unit kendaraan jenis Avanza dan Karimun menghadang sebuah mobil L300 dengan nomor polisi BA 8025 BJ pembawa sawit yang saat itu dikemudikan oleh Egi, di daerah Pasaman.

Saat itu salah satu dari 8 orang tim Debt Collector berinisial M (51) dan D menarik dan merampas paksa mobil tersebut dengan alasan si pemilik mobil menunggak angsuran dan telah lewat tempo pembayaran sehingga kendaraan harus ditarik.

Sementara Egi sopir L300 yang kalah kekuatan, dengan terpaksa membiarkan kendaraannya dibawa pergi oleh tim penagih utang tersebut. Namun setelah para tim Debt Collector itu pergi membawa mobilnya, Egi langsung memberitahukan kepada pemilik mobil bernama Ucok.

Mendapat laporan dari sopirnya Ucok segera menghubungi para koleganya di kawasan Maninjau Kabupaten Agam agar menghambat akses jalan menuju Kota Bukitinggi. Selanjutnya dia bersama beberapa rekannya yang lain langsung melakukan pengejaran terhadap 8 orang Debt Collector yang telah merampas kendaraannya.

Sementara, di Kawasan Simpang Pasar Maninjau depan Kantor Koramil setempat massa telah menutup akses jalan menuju Kota Bukitinggi. Sementara para Debt Collector yang membawa kabur kendaraan milik Ucok terlanjur melewati jalan tersebut sehingga mereka terjebak dalam kepungan ribuan massa.

Karena panik para salah satu mobil yang dikendarai oleh dua orang tim Debt Collector menabrak satu motor yang sengaja diletakan warga ditengah jalan dan membelokan kendaraannya memasuki halaman Kantor Koramil, untuk mencari perlindungan dari kepungan massa yang marah dan memburu mereka.

Satu orang walau sempat menjadi bulan bulanan massa namun berhasil masuk ke dalam Kantor Koramil dan diamankan tentara. Namun nasib malang menimpa M, salah seorang tim Debt Collector asal Pasaman Barat tersebut.

Dirinya terlambat menyelamatkan diri dan sempat terjebak di dalam kendaraan. Saat mencoba kabur memasuki kantor Koramil, massa dengan beringas melempari dirinya dengan puluhan batu dari berbagai ukuran sehingga dia terkapar di jalanan dan selanjutnya menjadi bulan bulanan oleh warga yang mengamuk.

M sempat diamankan oleh aparat dari amukan warga, namun karena mengalami kondisi kritis dengan kepala mengalami luka parah, nyawanya tak bisa diselamatkan saat dilarikan ke Rumah Sakit. Sementara 4 koleganya lagi walau sempat dihadang dan dilempari massa mobil mereka dengan batu berhasil kabur menyelamatkan diri ke kantor Polsek Tanjung Raya.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Agam, Iptu Muhammad Reza di Lubuk Basung, kepada awak media membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini menurutnya Lima orang Debt Collector tersebut sudah diamankan di Polres Agam bersama dua unit kendaraan dan satunya adalah kendaraan yang ditarik paksa tersebut, ujarnya.

Di jelaskan dari pengakuan Debt Collector tersebut kepada polisi, mereka mengaku menarik paksa kendaraan konsumen atas suruhan salah satu perusahaan Leasing. Namun saat diminta memperlihatkan surat perintah kerja, mereka tak dapat memenuhinya, pungkas Iptu Muhammad Reza. (ezi)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here