SUMBARTIME.COM-Perseteruan seorang wanita bernama Desty Jamal (DJ) yang digosipkan oleh publik sebagai orang dekat Walikota Payakumbuh dengan Wakil Walikota Erwin Yunaz, terkait dugaan pencemaran nama baik serta ujaran kebencian yang berujung saling lapor ke polisi makin melebar.
Usai DJ melaporkan balik Erwin Yunaz ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik, selanjutnya sosok “fenomenal” di Kota Payakumbuh itu membidik 9 orang nama nitizen dan dilaporkan ke polisi melalui tim kuasa hukumnya pada Jumat (22/4) kemaren.
Adapun 9 orang nitizen yang dilaporkan oleh DJ melalui tim kuasa hukumnya ke Polres Payakumbuh, lantaran diduga telah melakukan ujaran kebencian serta pencemaran nama baik (UU ITE) kepada dirinya.
Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu tim kuasa hukumnya Popi Koto, saat dihubungi oleh awak media pada Jumat 22 April 2022 malam. Popi membenarkan dengan singkat jika kliennya (DJ) melaporkan 9 orang nitizen yang diduga telah melakukan dugaan tindak pidana UU ITE. Namun tim kuasa hukum tersebut tidak merinci secara jelas siapa siapa saja 9 orang nitizen yang diduga telah melakukan pencemaran nama baik DJ.
Namun dikutip dari salah satu media online Suarapribumi.co.id, DJ melalui tim kuasa hukumnya terkait postingan media pemberitaan yang diunggah oleh seorang nitizen inisial HH di media sosial.
Saat awak media beberapa waktu hari yang lalu, berselancar di media sosial akun Facebook, sempat menemukan sebuah media pemberitaan terkait tentang DJ yang diunggah oleh seorang nitizen berinisial HH. Dalam unggahan tersebut banyak para nitizen memberikan komentar.
Dari hasil pengamatan awak media, terindikasi ada beberapa nama nitizen yang berkomentar cukup cadas dan diduga beberapa nitizen tersebut terindikasi 9 nama nama yang dilaporkan DJ melalui kuasa hukumnya ke polisi.
Saat awak media mencoba menghubungi salah satu nitizen dengan insial TD pada Sabtu (23/4) malam untuk mengkonfirmasi sekaligus mengklarifikasi apakah benar dirinya merasa sebagai salah satu orang dilaporkan oleh DJ.
Kepada awak media, TD tidak menyangkalnya. Bahkan yang bersangkutan merasa enjoi saja memberikan klarifikasi kepada awak media jika dirinya ikut merasa dilaporkan ke polisi.
Lebih jauh TD mengatakan jika hak DJ sebagai warga negara melaporkan siapapun sah sah saja, ujarnya.
“Sah saja dia melapor. Dan saya serta teman teman tidak akan gentar. Siapa Takut? Maju terus demi kebenaran,” ujarnya lugas.
Dirinya dan teman teman meyakini jika laporan dari DJ tersebut adalah untuk membungkam dirinya agar tidak bersuara terkait kasus yang kini sedang menjerat yang bersangkutan, ucap TD.
Lebih jauh TD yang saat ini berdomisili di Jakarta tersebut menjelaskan bahwa dengan dilaporkannya dirinya bersama temannya yang lain akan semakin bagus karena kebenaran akan semakin cepat terungkap, sambungnya lagi.
“Saya siap dipanggil. Saya akan datang memberikan keterangan yang diperlukan,” paparnya.
Baginya berdiri diatas kebenaran tak akan pernah punya rasa takut atau mundur. Dirinya siap buka buka data menelanjangi dugaan kebobrokan DJ, ulasnya yakin.
“Pokoknya kalo bisa dipanggil polisi menjelang lebaran nanti, sekalian saya mau pulang kampung mudik,” ungkap TD mengakhiri pembicaraan. (aa)





















