Peristiwa Kontras Terjadi di Payakumbuh! Wawako Erwin Yunaz Positif Corona, Duo Kepala Daerah Bersepeda Massal Ria?

Surat Edaran protokol kesehatan Gubernur dan wawako Payakumbuh postif corona

SUMBARTIME.COM-Rabu 19 Agustus 2020, tiba tiba publik Payakumbuh digegerkan dengan informasi positif terpaparnya virus corona Wakil Walikota setempat, Erwin Yunaz.

Beredar dan viral di media sosial video pengakuan Kepala Daerah Kota Payakumbuh itu positif terjangkit Corona. Dengan wajah penuh menahan kesedihan orang Nomor 2 di Pemerintahan Kota payakumbuh itu, mengakui jika dirinya usai tes Swab, telah dinyatakan positif dan harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Iklan

Dalam video tersebut Erwin Yunaz, menjelaskan dirinya terpapar Corona 2 dari 3 orang Kota Padang yang datang bertamu ke rumah dinasnya, positif terpapar corona. Dalam video itu dirinya juga meminta kepada orang orang yang kontak langsung dengan dirinya agar melakukan tes Swab di Rumah Sakit dan Puskesmas terdekat.

Terakhir Wawako tersebut juga meminta kepada seluruh warga Kota Payakumbuh untuk mematuhi Protokol Kesehatan sesuai dengan Surat Edaran dan himbuan terbaru Gubernur Sumbar Nomor 360/194/Covid-19-SBR/VIII/2020.

Video Wakil Walikota Payakumbuh tersebut positif terpapar corona telah menjadi berita viral baik oleh media lokal, maupun media nasional.

Sementara itu masih di hari yang sama, pada malam harinya sekira pukul 20.00 WIB, terlihat di kawasan depan Hotel Mangkuto Syariah, Kota Payakumbuh terlihat dari pantauan media banyak mobil plat merah berseri BA 1 A dan kode area yang sama parkir di halaman Hotel tersebut.

Informasinya Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah, bersama pejabat, staf serta jajarannya, menginap di hotel tersebut. Direncanakan, pada Kamis (20/8) pagi hari, pukul 07.00 WIB, rombongan tamu pejabat dari Kota Padang tersebut akan melakukan olahraga massal bersepeda santai bersama Walikota Payakumbuh,pejabat, staf dan jajarannya.

Dari bocoran rute yang didapat oleh awak media, rombongan dua Kepala Daerah bersama masing masing pejabat, staf, dan jajarannya, akan mulai di halaman Hotel Mangkuto bisa ke Harau atau seputaran Kota Payakumbuh, dan berhenti di rumah dinas Walikota Payakumbuh, Jalan Pacuan, GOR Payakumbuh.

Tentu saja, aktifitas bersepeda ria massal yang dilakukan oleh duo Kepala Daerah tersebut menjadi sorotan warga. Bagi warga serta pemerhati sosial Kota Payakumbuh, ini adalah peristiwa kontras yang sedang terjadi.

Di satu sisi, orang VVIP Payakumbuh (Erwin Yunaz) baru saja dinyatakan positif terpapar corona. Beberapa hari sebelumnya, beberapa warga Payakumbuh serta PNS juga dikabarkan positif terpapar corona. Bahkan akibat wabah virus berbahaya itu kembali menyerang kota Payakumbuh, rencana proses belajar tatap muka di sekolah sekolah yang ada di Kota Payakumbuh, yang sedianya di mulai pada Tanggal 24 Agustus 2020, mendatang rencananya akan diundur sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Bahkan puncaknya, dari berbagai berita yang beredar di berbagai media lokal, baik online maupun cetak, Walikota Payakumbuh Riza Falepi, yang gusar dan galau atas kembali mewabahnya Corona di wilayahnya, sempat berpesan kepada staf dan jajarnnya untuk benar benar selektif menerima tamu dari daerah lain, terutama daerah zona merah. Selain itu dirinya juga berpesan kepada pejabat serta jajaran Pemko Payakumbuh, untuk tidak mengadakan perjalanan ke luar daerah.

Namun Rabu (19/8) malam, warga serta pengamat sosial Kota Payakumbuh kaget dan terperangah dengan kehadiran rombongan Walikota Padang yang rencananya akan bersepeda ria secara massal bersama Pejabat Payakumbuh.

Beberapa tokoh aktifis muda Luhak Limapuluh, salah satunya Arya cs, kepada awak media, terkait peristiwa kontras yang sedang terjadi di Payakumbuh tersebut, mengaku tak habis fikir dengan aturan dan peraturan yang telah dibuat oleh Pemerintah sendiri.

Menurutnya, dalam edaran dan himbauan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno terbaru nomor 360/194/Covid-19-SBR/VIII/2020, poin 4 jelas di dalam edaran itu disebutkan; ” Membatasi secara selektif izin pelaksanaan acara/kegiatan yang mengumpulkan banyak orang seperti pesta pernikahan, olah raga massal dan kegiatan yang sejenis”.

Namun tutur Arya lagi, nampaknya aturan tersebut sepertinya tidak berlaku dengan terkait kegiatan rencana sepeda massal duo kepala daerah yang akan berlangsung pada Kamis pagi, tuturnya.

Hal lain juga diungkapkan oleh Bayu Vesky, salah satu aktivis muda Luhak Limopuluah. Sejak positifnya Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz, terpapar corona, serta sebelumnya beberapa beberapa warga serta PNS di Payakumbuh, patut diduga kawasan tersebut bukan lagi masuk dalam zona hijau. Aapalgi tentang beredarnya wacana Pemko setempat untuk menunda kegiatan Proses Belajar Mengajar (PBM) di lingkungan sekolah Payakumbuh, jelas menandakan jika corona kembali menyerang daerah tersebut.

Namun anehnya, di saat warga diminta untuk mematuhi protokol kesehatan salah satunya menghindari kerumunan massa seperti kegiatan olah raga, disaat yang bersamaan dua orang Kepala Daerah, berencana melakukan aktifitas kegiatan bersepeda ria yang jelas membawa massa yang cukup banyak dalam rombongan.

Hal itu menurutnya lagi, berpotensi menjadi preseden buruk ditengah tengah masyarakat terkait contoh dari keteladanan pemimpin mereka. Jadi kita tidak bisa menyalahkan warga yang melanggar aturan protokol kesehatan yang sedang diterapkan pemerintah, sebab justru terjadi dugaan potensi pelanggaran aturan yang dilakukan oleh pemimpin mereka, tutup Bayu, mengatakan. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here