Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Disahkan DPRD Sumbar, Ada Aturan Bagi Pelaku Usaha

SUMBARTIME.COM-DPRD Sumatera Barat (Sumbar) telah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Jumat (11/9).

Dalam Perda yang terdiri atas 10 BAB dan 117 Pasal tersebut ada aturan bagi masyarakat serta para pelaku usaha untuk menjalankan protokol kesehatan.

Iklan

Untuk para pemilik pelaku usaha, wajib menyediakan sanitazer di lokasi mereka. Selanjutnya pemilik usaha mewajibkan dan mengingatkan kepada pengunjungnya untuk mematuhi protokol kesehatan, berupa pakai masker, cuci tangan, serta jaga jarak.

Bagi para pelaku usaha yang tidak mengindahkan aturan Perda adaptasi kehidupan baru tersebut, maka Satpol PP bersama TNI/Polri dapat melakukan penindakan.

Adapun poin penindakan dan pemberian sanksi tersebut terdapat dalam Pasal 111, yang berbunyi; “Setiap penanggungjawab kegiatan/usaha yang melanggar kewajiban penerapan perilaku disiplin protokol kesehatan dalam melaksanakan kegiatan/usaha lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 25.000.000,” 

Terkait Perda tersebut termasuk soal sanksinya, Kepala Satpol PP Sumbar Dedy Diantolani, menjelaskan setelah Perda disahkan, akan ada sosialisasi kepada masyarakat terutama para pelaku usaha selama 7 hari.

Setelah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat semua kalangan berupa wajib memakai masker di keramaian, serta jaga jarak aman minimal 1 Meter. Sementara untuk pemilik pelaku usaha mewajibkan bagi mereka menyediakan tempat mencuci tangan serta mengharuskan pengunjung untuk mencuci tangan, memakai masker serta jaga jarak aman.

Setelah dilakukan sosialisasi, maka jika kedapatan melanggar baik masyarakat maupun pelaku usaha dapat dikenakan berupa teguran secara lisan, tertulis, hingga sanksi denda Rp 500 Ribu, hingga pencabutan izin usaha, tuturnya.

Apabila sanksi secara administrasi tidak juga di indahkan, maka dapat dikenakan hukuman penjara selama 3 hari, timpalnya lagi.

Sementara itu Ketua DPRD Sumbar Supardi, menjelaskan terkait Perda Adaptasi kebiasaan baru tersebut menjelaskan masyarakat sebenarnya mampu melaksanakan hal tersebut demi memutus mata rantai pandemi Covi-19 dengan cara yang sederhana yakni, pakai masker, cuci tangan serta jaga jarak, ungkapnya.

Perda Adaptasi kebiasaan baru itu berlaku untuk semua kalangan. Sementara sanksi yang diberikan dimulai dari teguran hingga kurungan penjara, bertujuan untuk efek jera bagi yang menganggap remeh pandemi covid-19 ini, pungkasnya mengatakan. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here