Penelusuran Sisi Gelap Taman Batang Agam, Ada Dugaan Maksiat di Malam Hari

baliho larangan berbuat maksiat di areal wisata taman batang agam

SUMBARTIME.COM-Sejak 3 Tahun belakangan, ini, pariwisata Kota Payakumbuh mulai menggeliat dan cukup menjanjikan sejak berdiri dan hadirnya lokasi taman bermain di sepanjang tepian Batam Agam.

Kurang lebih 5 km yang dimulai dari kawasan Kelurahan Bulakan Balai Kandi, hingga hingga Jembatan Ratapan Ibu, terbentang sebuah lokasi wisata keluarga dengan konsep nunsa alam nan asri dengan latar aliran sungai yang membelah bagian kota.

Iklan

Baca Juga : Marwah Pemko Payakumbuh Sedang Diuji, Baliho Himbauan Anti Maksiat Dirusak OTK

Tepian Batang Agam Kawasan Kota Payakumbuh yang beberapa tahun silam, yang hanya ditumbuhi oleh semak belukar, namun dalam 4 tahun terakhir oleh penguasa daerah setempat disulap menjadi sebuah objek wisata keluarga yang cukup nyaman dan bikin adem tersebut.

Hal hasil, dengan berdiri dan hadirnya sebuah destinasi wisata baru yang cukup ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun luar daerah pada sore hingga malam hari tersebut, membuat ekonomi warga setempat cukup terdongkrak dengan adanya lapanga kerja baru di lokasi wisata.

Namun sayang, hadirnya sebuah lokasi wisata baru tersebut yang ditenggarai bisa menambah pendapatan masyarakat sekitar dirusak oleh oleh perbuatan segelintir orang yang tak bertanggung jawab.

Destinsi WisataTaman Batang Agam yang arealnya cukup panjang dan loaksi yang cukup sepi serta minim penerangan di malam hari, kerap dimanfaatkan oleh pasangan yang sedang dimabuk asmara untuk melakukan dugaan perbuatan terlarang.

Ada saja segelintir orang yang memanfaatkan lokasi untuk melakukan perbuatan yang kurang pantas serta dinilai telah melanggar norma serta agama, terutama di malam hari di beberapa titik yang kondisinya cukup gelap.

Dari informasi yang didapat baik, dari laporan warga sekitar, maupun hasil investigasi penelusuran lokasi, ditemukan adanya aktifitas dugaan perbuatan mengarah kepada mesum yang dilakukan oleh beberapa pasangan muda mudi yang sedang dimabuk asmara terutama di malam hari.

Beberapa warga yang tinggal di seputaran kawasan wisata taman Batang Agam, kepada awak media membenarkan adanya dugaan tersebut. Mereka menuturkan bila malam hari kerap dijumpai beberapa pasangan muda mudi yang duduk berduaan terutama di lokasi gelap dan minim penerangan di sepanjang tepian Batang Agam areal taman.

Ditenggarai pasangan dimabuk asmara tersebut tidak hanya sekedar duduk duduk biasa saja. Namun kerap memanfaatkan lokasi yang sepi dan cukup gelap untuk melakukan perbuatan yang diduga mengarah pada maksiat, ujar beberapa warga lagi.

Wawan (42) salah satu warga mengatakan jika dirinya serta warga lainnya kerap menjumpai pasangan muda mudi duduk berduaan di lokasi yang cukup sepi dan gelap di areal kawasan taman batang Agam tersebut. Bahkan ungkapnya lagi, dirinya pernah memergoki salah satu pasangan melakukan perbuatan yang dinilai telah melanggar norma serta agama.

Namun sambungnya lagi, saat itu ia tidak dapat berbuat banyak lantaran takut mengambil tindakan sendiri, dengan alasan akan dianggap melanggar HAM karena bukanlah aparat yang berwenang, ujar Wawan, Minggu (7/11).

Untuk itu dirinya serta beberapa warga tempatan yang tinggal di areal lokasi wisata berharap agar pihak terkait utamanya petugas Satpol PP memiliki pos penjagaan di beberapa gerbang masuk kawasan. Dirinya meminta petugas Satpol PP yang piket di pos penjagaan agar kerap melakukan patroli di lokasi lokasi sepi serta minim penerangan untuk mencegah perbuatan maksiat, tutupnya berharap.

Sementara itu, pada Sabtu 6 November 2021 malam hari sekira pukul 20.30 WIB, tim awak media Sumbartime. com mencoba melakukan investigasi serta menyelusuri areal taman Batang Agam terutama di lokasi sepi serta minim penerangan, untuk membuktikan adanya informasi warga terkait dugaan aktifitas mesum yang dilakukan oleh segelintir pasangan muda mudi.

Tim awak media Sumbartime.com mencoba masuk melalui gerbang jembatan tak jauh dari Kantor Camat Payakumbuh Barat. Dengan menggunakan motor, tim menyelusuri lokasi yang cukup sepi dan gelap disepanjang areal taman.

Benar saja, tak jauh di depan pembangunan sarana fasilitas Gedung Olah Raga, dari jarak 10 meter tim melihat bayangan sepasang muda mudi yang muncul dari arah bawah tepian Batang Agam menuju motornya yang terparkir di jalan raya. Belum sempat tim menghampiri pasangan muda mudi itu, mereka sudah bergegas pergi tancap gas dengan kendaraannya meninggalkan lokasi.

Saat itu, tim awak media tidak tahu persis apa yang baru saja mereka lakukan saat berduaan di lokasi sepi dan minim penerangan tersebut. Namun sebagai orang yang tinggal di daerah yang masih memegang budaya adat Ketimuran, tentu tidak pantas rasanya melihat pasangan muda mudi yang diduga tidak terikat hubungan yang syah berduaan di lokasi sepi dan gelap.

Benarlah dan amat wajar beberapa Ormas Islam yang tergabung dalam Gerakan Nasional Penjaga Fatwa (GNPF) Ulama Luhak 50, geram dan mendatangi pejabat Pemko Payakumbuh pada 5 Oktober 2021 silam.

Kedatangan Ormas Islam tersebut untuk meminta heraing dengan Pemerintah setempat tentang laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan perbuatan maksiat yang dilakukan oleh segelintir pasangan tak bertanggung jawab di sepanjang areal kawasan wisata taman Batang Agam, utamanya di malam hari. (aa/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here