Marwah Pemko Payakumbuh Sedang Diuji, Baliho Himbauan Anti Maksiat Dirusak OTK

Baliho Himbauan dirusak OTK di kawasan batang agam

SUMBARTIME.COM-Salah satu poin kesepakatan serta komitmen Pemko Payakumbuh saat mengadakan pertemuan dengan Ormas Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Luhak 50 pada 5 Oktober 2021 silam, yang bertempat di Aula Balai Kota adalah mendukung penuh Ormas tersebut serta ikut mempersamai gerakan anti maksiat di kawasan daerah setempat.

Baca Juga : Penelusuran Sisi Gelap Taman Batang Agam, Ada Dugaan Maksiat di Malam Hari

Iklan

Setelah menunggu kurang lebih satu bulan, gerakan anti maksiat dalam bentuk famlet serta baliho himbauan itu baru terealisasai pada Sabtu (6/11) kemaren di beberapa titik kawasan objek wisata taman Batang Agam, Kota Payakumbuh.

Di beberapa titik lokasi kawasan objek wisata taman Batang Agam tersebut terpampang beberapa Famlet serta Baliho himbuan yang berisikan mengajak warga setempat yang tinggal di lokasi serta para pengunjung lainnya agar menegur bila melihat pasangan muda mudi yang sedang dilanda asmara untuk tidak berbuat maksiat di sepanjang kawasan.

Baliho himbauan tersebut, dari informasi yang berhasil dikumpulkan awak media, dipasang secara bersama sama oleh beberapa Ormas Islam yang tergabung dalam GNPF Ulama Luhak 50 bersama Satpol PP Kota Payakumbuh pada Sabtu pagi.

Namun ironisnya, belum sampai 24 jam Baliho himbauan tersebut terpasang di kawasan objek wisata Batang Agam, Minggu (7/11) diketahui salah satu baliho himbauan agar mencegah perbuatan maksiat tersebut, di salah satu titik mengalami robek dan rusak parah.

Kuat dugaan jika penyebab robek serta bolongnya salah satu baliho itu akibat dirusak oleh tangan tangan jahil yang tak bertanggung jawab. Hal itu terpantau lewat beberapa postingan orang orang yang tergabung dalam GNPF Ulama Luhak 50 di sosial media.

Beberapa anggota yang tergabung dalam Ormas Islam tersebut melalui postingan mereka di sosial media utamanya Facebook, mengeluhkan salah satu baliho yang mereka pajang di kawasan objek wisata taman Batang Agam bersama aparat Satpol PP Payakumbuh, dirusak oleh orang yang tak bertanggung jawab.

Menurut mereka, kuat dugaan jika baliho berisikan himbauan anti berbuat maksiat di sepanjang kawasan taman Batang Agam tersebut sengaja dirusak oleh seseorang yang tidak senang dan merasa gerah terhadap kehadiran famlet himbauan tersebut, tulis mereka.

Bahkan salah satu anggota Ormas tersebut merasa yakin jika baliho itu sengaja dirusak oleh orang tak dikenal (OTK). Melalui tulisannya dengan akun yang bernama @Amos Tambusai, ia menyebutkan jika identitas serta alamat pelaku perusakan sudah diketahui. Pemilik akun tersebut meminta agar si pelaku dalam waktu 24 jam agar datang ke Kantor Satpol PP setempat. Dan jika si pelaku tidak memenuhi himbauan maka akan dilakukan penejmputan paksa, tulisnya di sosial media.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah setempat melalui dinas terkait kepada para awak media terkait siapa dugaan pelaku pengrusakan.

Walaupun Marwah Pemko Payakumbuh sedang di uji dengan telah dirusaknya baliho himbauan yang mereka pasang secara bersama sama oleh orang tak dikenal, namun belum ada informasi resmi terkait apa tindakan yang telah diambil dan dilakukan pihak terkait.(aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here