SUMBARTIME.COM-Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (LHPRKP) mengolah minuman tuak menjadi hand sanitizer.
Kepala DLHPRKP Pasaman, Rosben Aguswar mengatakan pengolahan minuman tuak itu untuk memenuhi kebutuhan daerah akan hand sanitizer yang saat ini jadi barang mahal dan langka didapatkan.
“Minuman tuak itu kami olah di laboratorium DLHPRKP menjadi alkohol bahan campuran pembuatan hand sanitizer. Ada 80 liter tuak hasil penangkapan Satpol PP dan Polres Pasaman yang kami olah menjadi alkohol. Alhamdulillah jadi 10 liter alkohol yang sudah selesai di olah,” kata Rosben Aguswar, Senin (13/4/2020).
Menurut Rosben Aguswar pengolahan minuman tuak jadi bahan campuran hand sanitizer juga sebagai salah satu inovasi daerah di tengah sulitnya mendapatkan bahan antiseptik tersebut.
“Pengolahan minuman tuak ini memang sangat tradisional menggunakan periuk dan kompor biasa di laboratorium DLHPRKP Pasaman. Dari alkohol hasil olahan minuman tuak itu kami campur dengan bahan lain agar menjadi sebuah hand sanitizer yang layak pakai dan bisa membunuh virus corona,” tambah Rosben Aguswar.
Pihaknya meracik satu botol berukuran 30 ml berisi hand sanitizer siap pakai yang akan dibagikan kepada para tenaga medis.
“Dalam satu botol campuran bahannya yaitu Alkohol hasil olahan minuman tauk 96 persen.
Kemudian Glicerin, H2O2 dan Aquades. Saat ini sudah berhasil diproduksi sebanyak 400 botol dan sudah kami serahkan tadi ke tim gugus tugas untuk digunakan,” katanya.
Sementara Ketua gugus tugas, Yusuf Lubis sangat mengapresiasi inovasi DLPRKP dalam mengatasi kelangkaan hand sanitizer berbahan alami.
“Semoga kedepan hand sanitizer ini bisa diproduksi lebih banyak lagi. Kami minta hand sanitizer ini langsung dibagikan, dan diprioritaskan bagi orang-orang yang terlibat dalam penanganan Covid-19 Pasaman, termasuk yang tengah bertugas di pos perbatasan Pasaman,” kata Yusuf Lubis.
(Snggn)




















