AGAM – Pasca meningkatnya debit air yang cukup tinggi pada Jumat malam (25/7), tim gabungan dari Kelompok Siaga Bencana (KSB), LINMAS, serta Pemerintah Nagari Bukik Batabuah turun langsung melakukan penelusuran aliran sungai pada Sabtu pagi hingga siang (26/7/2025).
Penelusuran dilakukan dari Simpang Bukik hingga Ampuah Lurah Itam, kawasan yang rawan dilanda banjir dan galodo.
Wali Nagari Bukik Batabuah, Firdaus, kepada wartawan menyampaikan bahwa penelusuran ini merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah nagari pasca hujan deras yang menyebabkan air meluap di beberapa titik.
Ia juga menyoroti dampak dari galodo dan banjir bandang yang sempat melanda pada malam sebelumnya.
“Dalam penelusuran tersebut, ditemukan beberapa kondisi yang cukup memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera,” ujar Firdaus.
Salah satu temuan krusial berada di wilayah Kubu Kapudiang, lokasi yang menjadi titik luapan besar saat bencana galodo 11 Mei 2024 lalu.
“Sungai di lokasi ini mengalami pendangkalan yang cukup parah, berisiko besar menghambat aliran air saat hujan lebat dan berpotensi memicu banjir susulan,” katanya.
Selain itu, kapalo banda atau saluran utama irigasi yang sebelumnya diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat, kini kembali rusak parah. Tidak satu pun bagian yang dapat difungsikan secara optimal untuk mengalirkan air ke lahan pertanian warga.
Kerusakan infrastruktur ini menjadi perhatian serius mengingat banyak lahan produktif warga sangat bergantung pada aliran air irigasi. Jika dibiarkan, bukan hanya ancaman bencana yang mengintai, tetapi juga ketahanan pangan lokal yang terancam.
Firdaus mengimbau agar dinas dan instansi terkait di tingkat kabupaten maupun provinsi dapat segera merespons kondisi tersebut, khususnya dalam upaya penggerukan dan normalisasi sungai di wilayah kritis.
Ia menegaskan, bencana tidak datang dengan aba-aba, sehingga pencegahan menjadi langkah utama.
“Kami berharap tindakan cepat, sebab potensi bahaya masih sangat tinggi. Masyarakat telah berusaha semampunya, tapi ini butuh keterlibatan pemerintah yang lebih luas,” tambahnya.
Di sisi lain, Pemerintah Nagari Bukik Batabuah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun selalu waspada, khususnya bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan lereng-lereng rawan longsor.
Komunikasi aktif dengan KSB, LINMAS, dan aparat Nagari sangat dianjurkan, terutama dalam menerima informasi dan arahan resmi.
Langkah cepat yang dilakukan Nagari Bukik Batabuah ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, menjadi contoh bagaimana sinergi lokal dapat menjadi ujung tombak mitigasi bencana di tengah perubahan iklim yang makin ekstrem.
(Pewarta: Alex.jr)





















