BUKITTINGGI – Suara palu dan gesekan kayu terdengar bersahutan di Simpang Panta, Kabupaten Agam, Kamis (4/12/2025). Di tengah lumpur setinggi betis dan sisa material banjir bandang, anggota TNI bersama warga bahu-membahu membangun jembatan darurat untuk memulihkan akses vital Bukittinggi–Matur yang sebelumnya putus total.
Komandan Kodim 0304/Agam, Letkol Inf Slamet Dwi Santoso, S.I.P., turun langsung memimpin pekerjaan di lapangan, mengatur ritme gotong royong tanpa jeda.
“Hari ini kami bersama masyarakat melaksanakan gotong royong membuat jembatan darurat agar aktivitas warga dan para pengungsi kembali berjalan. Jalan ini sebelumnya putus total, perekonomian langsung lumpuh,” ujar Dandim.
Di tengah deru alat berat dan aliran air yang masih membawa sisa material, sejumlah warga tampak mencoba melintas dengan hati-hati. Seorang di antaranya mengaku sangat terbantu oleh kehadiran prajurit TNI.
“Terima kasih kepada TNI, terutama Bapak Dandim 0304/Agam yang setiap hari ada di lokasi. Semoga kondisi segera pulih. Kami berharap pemerintah lebih serius membantu masyarakat yang terkena musibah,” tuturnya.
Beberapa hari terakhir, kehadiran TNI di lapangan terbukti bukan sekadar slogan. Para prajurit bekerja tanpa henti: melakukan evakuasi, membersihkan material, hingga memastikan jalur darurat dapat segera difungsikan.
“Kami sejak beberapa hari ini terus berada di lapangan. Apa pun yang dibutuhkan masyarakat, itu sudah menjadi tanggung jawab kami,” kata Dandim.
Pembangunan jembatan darurat di Simpang Panta bukan sekadar menyusun potongan kayu, melainkan simbol kuatnya gotong royong antara TNI dan warga. Di tengah bencana yang terus berulang, solidaritas ini menjadi penopang utama masyarakat. (Aa)



















