AGAM – Setelah lebih dari sebulan tertunda akibat bencana longsor yang terjadi pada 27 September 2025, akhirnya harapan masyarakat Nagari Bukik Batabuah mulai terjawab.
Akses jalan utama yang sempat terputus total kini resmi dibangun kembali. Pengerjaan dimulai hari ini, Selasa (4/11/2025), menandai babak baru pemulihan pasca-bencana di wilayah Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam.
Longsor besar yang menimbun badan jalan tersebut sempat membuat warga kesulitan beraktivitas, terutama dalam mengangkut hasil kebun dan sawah. Sejak itu, kendaraan roda empat tidak bisa melintas, memaksa warga mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko.
Walinagari Bukik Batabuah, Inyiak Firdaus, M.K., dalam laporan resminya kepada Sekretaris Daerah, Kalaksa BPBD, dan Kepala Dinas PU Kabupaten Agam, menegaskan bahwa pihak nagari terus melakukan berbagai upaya agar pembangunan bisa segera direalisasikan.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama dan dukungan semua pihak, hari ini pembangunan dan perbaikan bahu jalan yang longsor mulai direalisasikan,” ujar Firdaus dengan nada syukur.
Firdaus dikenal aktif berkoordinasi langsung dengan berbagai pihak, bahkan disebut kerap menelpon pejabat terkait seperti Kalaksa BPBD dan Kadis PU di waktu subuh usai salat, demi memastikan penanganan longsor Bukik Batabuah menjadi prioritas pembangunan tahun ini.
Hari ini, tim gabungan dari BPBD Kabupaten Agam, Dinas PU, pemerintah nagari, wali jorong, TKSK, serta pihak ketiga pelaksana proyek telah meninjau langsung lokasi longsor.
Menurut Agus, selaku pihak ketiga pelaksana kegiatan, material seperti batu, kerikil, dan pasir mulai dimasukkan ke lokasi sebagai tanda resmi dimulainya pengerjaan.
Firdaus berharap proyek ini tidak hanya memulihkan akses transportasi, tetapi juga menghidupkan kembali denyut ekonomi masyarakat yang sempat terhenti.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat apabila selama proses pengerjaan nanti aktivitas lalu lintas sedikit terganggu. Tapi kami juga berharap dukungan penuh warga agar pembangunan berjalan lancar dan cepat selesai,” tambahnya.
Dengan dimulainya pembangunan ini, warga Bukik Batabuah menyambut optimistis. Mereka menilai kerja keras pemerintah nagari bersama pemerintah kabupaten adalah bukti nyata kolaborasi yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Pembangunan jalan ini menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Bukik Batabuah, bahwa semangat gotong royong dan kepedulian pemerintah bisa menembus lumpur dan batu, demi memulihkan kembali kehidupan pasca-bencana.





















