Pembacokan dan Pembunuhan Oleh Kepala Dusun di Kota Pariaman Terungkap, Begini Motifnya

lokasi pembacokan oleh kepala dusun (dok polres pariaman)

SUMBARTIME.COM-Kasus pembacokan yang dilakukan oleh seorang Kepala Dusun di Desa Air Santok, Pariaman Timur Kota Pariaman inisial BR (52) terhadap seorang warga bernama Herman (60) yang terjadi pada Selasa (25/5) pagi kemaren, telah ditangani Reskrim Polres Pariaman.

BR yang kini telah diamankan dan ditahan di Mapolres setempat telah menjalani serangkaian pemeriksaan oleh polisi.

Iklan

Kamis 27 Mai 2021, usai diperiksa petugas BR kepada para awak media menuturkan motif terkait pembacokan serta pembunuhan yang dia lakukan terhadap Herman.

Menurutnya, persoalan antara dirinya dengn korban berawal dari persoalan lama. Kurang lebih sekitar dua tahun yang silam, dirinya dan korban terlibat perselisihan kecil.

Ketika itu BR menegur korban yang saat itu sedang mengajarkan anak anak usia bawah umur untuk bermain kertas koa. Korban yang saat itu tidak menerima teguran dari pelaku sempat kesal.

Beberapa minggu setelah itu, keduanya sempat bertemu di suatu tempat. Saat itulah menurut BR korban sengaja membenturkan bahunya ke bahu pelaku seperti mengajak duel berkelahi. Namun saat pelaku itu mengaku tidak meladani ajakan berkelahi dari korban.

Peristiwa tersebut sempat dilaporkan BR sebagai Kepala Dusun kepada Kepala Desa serta Bhabinkum setempat. Namun kedua parat terkait meminta agar pelaku sabar dan tidak terpancing.

Pada malam sebelum kejadian lagi lagi korban sempat memancing dirinya dengan melemparkan korek api kepadanya, tutur BR. Namun saat itu dirinya masih bisa mengontrol emosi dan tidak terpancing oleh ulah korban.

Pagi harinya, Selasa 25 Mai 2021 sekira pukul 08.00 WIB pagi saat pelaku sedang membuka warung miliknya, korban lewat bersama istrinya dengan sepeda motor. Saat lewat tersebut, ujar pelaku lagi, korban sempat meneriaki dirinya dengan kata kata kasar.

Masih menurut pengakuan pelaku, tidak sampai disitu saja, kira kira sentengah jam kemudian korban kembali lagi melewati warung korban dan berhenti.

Ketika itu, korban kembali berkata kata kasar kepada pelaku. Pelaku yang terpancing emosi, langsung mendatangi korban dan bertanya kepada korban apakah korban serius ingin mengajak pelaku berkelahi.

Ditanya oleh pelaku, spontan saja korban menjawab benar jika dirinya ingin menantang pelaku berkelahi. Pelaku yang gelap mata, tanpa basa basi langsung masuk ke dalam warungnya dan mengambil sebilah parang dan tanpa banyak tanya langsung mebacok tubuh korban beberapa kali, hingga korban jatuh tersungkur tak berkutik serta langsung tewas di lokasi kejadian, papar pelaku menceritakan peristiwa yang dia alami tersebut.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Pariaman, AKP Elvis Susilo, menuturkan, dari hasil pemeriksaan berdasarkan pengakuan tersangka BR, belum ditemukan jika kasus pembacokan dan pembunuhan tersebut tidaklah berencana, ungkapnya.

Adapun motif pelaku menghabis korban lantaran sakit hati telah dimaki maki oleh korban. Namun tutur Elvis lagi, polisi masih melakukan proses pemeriksaan lanjutan terhadap telaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka, tutupnya mengatakan.

Seperti diketahui sebelumnya, pada Selasa (25/5) pagi, warga Tabiang Hilir, Desa Air Santok, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman digegerkan dengan peristiwa tragis tentang tewasnya seorang warga ditangan Kepala Dusun setempat.

Kasus pembunuhan dengan cara membacok korban dengan sebilah senjata tajam tersebut terbilang cukup sadis. Korban terkapar bersimbah darah dan langsung tewas di lokasi kejadian. (jo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here