SUMBARTIME.COM-Selasa 17 Mai 2022 pagi hari, sepasang suami istri yang bekerja sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh tersebut terlihat mendatangi kantornya yang bertempat di Kawasan Padang Kaduduak, daerah setempat sekira pukul 09.00 WIB.
Kedatangan pasangan suami istri (Pasutri) yang diketahui bernama Rio dan Abel itu bermaksud ingin menemui Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian setempat, Yunida Fatwa, untuk mengklarifikasi terkait tentang pemecatan mereka secara sepihak oleh atasan beberapa waktu sebelumnya.
Namun sayangnya, kedatangan pasangan suami istri THL yang diantar oleh pihak keluarga itu tidak membuahkan hasil yang maksimal. Orang yang ingin mereka temui tidak berada di kantornya, namun pasutri itu hanya dilayani oleh Sekretaris di Dinas tersebut.
Dari informasi yang berhasil dikorek oleh awak media dari Rio dan Abel serta pihak keluarganya pada kesempatan tersebut, mengungkapkan jika mereka tidak berhasil menemui Kepaladinas yang dikabarkan sedang dinas luar. Namun sambung mereka lagi, Sekretaris di Dinas tersebut berjanji akan memberikan info jadwal pertemuan Rio dan Abel dengan Kepala Dinas terkait menyoal pemecatan mereka secara sepihak oleh atasan tanpa ada alasan yang jelas dan mengikuti SOP.
Bagi pasutri tersebut pemecatan mereka berdua secara sepihak oleh Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh tanpa mengikuti prosesdural yang ada, dinilai adalah sebagai bentuk dari sebuah penzholiman terhadap bawahan. Untuk itu mereka bertekad mencari keadilan agar perbuatan kesewenang wenangan serta tirani dari atasan tersebut tidak akan menimpa kepada staf lainnya, ujar mereka.
Lebih jauh, mereka menuturkan terkait pemecatan yang mereka terima secara serentak itu, tidak jelas apa sebabnya. Bahkan mereka mengaku pemecatan kali ini adalah untuk yang ketiga kalinya mereka alami sejak dari Tahun 2020 silam. Mirisnya, mereka dipaksa membuat surat resign (surat keluar) seolah olah mereka direkayasa berhenti bekerja karena kemauan sendiri untuk mengundurkan diri, aku pasutri tersebut.
Baik Rio maupun Abel merasa heran, pemecatan secara serentak yang mereka alami tersebut tidak jelas apa pangkal persoalannya. Namun aku mereka lagi, pemecatan yang mereka alami ini akibat diduga jika pihak “penguasa kota” memiliki dendam terselubung terhadap orang tua mereka.
Namun pasutri itu kepada awak media tidak menjelaskan secara rinci dendam kesumat apa yang sedang merasuki diri si penguasa kota terhadap orang tua mereka, sehingga mereka harus menjadi korban dari persoalan tersebut dan meminta agar pihak media mencari tahu kepada yang bersangkutan.
Sementara itu orang tua dari pasutri tersebut, Jenita, kepada awak media membenarkan jika anak dan menantunya dipecat secara sepihak oleh dinas tempat mereka bekerja. Padahal menurutnya pemcatan terhadap anaknya yang dalam kondisi sedang menunggu hari persalinan anak pertama, tidak jelas duduk persoalannya.
Terkesan atasan yang bersangkutan menghindar dan berusaha melepaskan diri dari tanggung jawab ketika pihaknya mempertanyakan secara profesional alasan pemecatan secara sepihak tersebut, sambungnya.
Jenita juga membenarkan jika anak dan mantunya dipecat diduga akibat dendam terselubung dari si”penguasa kota” Payakumbuh itu kepada dirinya sesuai dari isi pesan dari pihak yang bersangkutan kepada anaknya yang menginformasikan jika pemecatan tersebut akibat sikap orang tuanya yang dianggap memusuhi.
Jika benar terbukti pemacatan secara sepihak terhadap anak dan mantunya itu dilatar belakangi persoalan antara dirinya dengan si “penguasa kota” yang belum jelas duduk masalahnya itu, maka dirinya menilai amat naif dan tidak profesional.
“Masa hanya karena urusan persoalan salah paham hingga berjung fitnah terhadap saya, sehingga anak dan menantu saya yang harus menjadi korban. Keadilan macam apa ini?,” ungkap Jenita dengan mimik sedih kepada awak media, Rabu (18/5) malam.
Untuk itu dirinya siap “buka data” mengungkap ke publik terkait ketidak adilan yang sedang menimpa anak dan menantunya itu. Jenita berharap cukup Rio dan Abel saja yang merasakan dari tindakan penzholiman dan kesewenang wenangan dari si penguasa. Kedepannya jangan ada lagi Rio dan Abel lainnya yang mengalami nasib tragis di Kota ini tutupnya.
Terpisah, saat awak media mencoba menghubungi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh, Yunida Fatwa, dikontak melalui ponselnya untuk dimintai klarifikasi terkait pemecatan Rio dan Abel secara sepihak yang diduga telah menzholimi pasangan THL tersebut, hingga beberapa kali dihubungi sampai berita ini diturunkan belum meresponnya.
Seperti diketahui sebelumnya, jagad sosmed beberapa hari yang lalu sempat digegerkan dengan beredarnya potongan cuitan seseorang yang kemudian diketahui pernah menjadi THL di lingkungan Pemko Payakumbuh dengan nama @vabiolapascadilla yang berisikan pertanyaan alasan pemecatan diri serta suaminya oleh atasan.
Dalam cuitan tersebut akun @vabiolapascadilla itu juga mengungkapkan jika pemecatan itu adalah untuk yang ketiga kalinya mereka alami. Selain dipecat secara sepihak, mereka juga diminta untuk membuat surat resign pengunduran diri dari lingkungn tempat mereka bekerja. Padahal tuturnya lagi di dalam potongan cuitan tersebut kondisinya dalam masa hamil besar dan menunggu hari kelahiran buah hatinya yang pertama kalinya itu, jelasnya dalam potongan cuitan tersebut.
Dari hasil penelusuran awak media, potongan cuitan tersebut diduga berasal dari komentar yang bersangkutan di IG seseorang yang bernama akun@hennyfalepi. (aa)




















