SUMBARTIME.COM-Warga Nagari Koto Alam, Kecamatan Koto Alam Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, berharap penutupan sementara perusahaan tambang batu PT Koto Alam Sejahtera (KAS) oleh Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi Sumbar usai insiden kecelakaan kerja tewasnya seorang sopir beberapa waktu yang lalu menjadi permanen dan selamanya.
Hal itu dikatakan oleh beberapa perwakilan warga Jorong Polong Duo dan warga sekitar kepada awak media, Selasa (3/3) malam. Menurut Cihel (37) warga setempat mengatakan jika dirinya serta mayoritas warga lainnya berharap agar pihak Dinas Pertambangan Propinsi Sumbar menutup secara permanen perusahaan tambang yang diduga telah banyak menyengsarakan kehidupan warga sekitar tambang, tuturnya.
Dijelaskan, jika warga berharap agar aktifitas tambang yang diduga telah merusak ekosistem serta areal pertanian masyarakat sekitar ditutup selamanya, timpalnya lagi.
“Mayoritas warga sekitaran sepakat perusahaan itu tutup. Namun karena adanya dugaan intimidasi dari oknum petinggi setempat warga jadi takut bicara terang terangan,” ungkap Cihel.
Hal yang sama juga dikatakan Yondrizal, warga Koto Alam lainnya. Menurutnya selama ini yang menikmati hasil dari pettambangan hanyalah segelintir elit oknum dan pemilik perusahaan. Namun mayoritas warga hanya bisa tutup mata. Padahal diduga dampak negatif pertambangan yang memakai bahan peledak dinamit tersebut sangat luar biasa dirasakan oleh warga tempatan, sambungnya lagi.
“Banyak rumah Warga serta sarana pendidikan yang mengalami retakan selama aktifitas pertambangan itu berjalan. Selain itu banyak areal pertanian warga menjadi rusak dan tak bisa digarap lagi secara maksimal. Itu semua diduga akibat aktifitas tambang yang memakai kekuatan ledak berdaya tinggi,” tandas Yondrizal.
Untuk itu warga sangat senang pihak Dinas Propinsi menutup aktifitas pertambangan pasca tewasnya seorang sopir truk pengangkut hasil tambang yang mengalami kecelakaan kerja yang diduga akibat kurangnya safety dari pihak perusahaan, pungkasnya.
Adapun beberapa wakil rakyat, baik yang duduk di tingkat Propinsi Sumbar maupun tingkat Kabupaten Limapuluh Kota mereka sepakat dan satu suara dengan mayoritas masyarakat tempatan agar pertambangan di Koto Alam agar segera ditutup permanen.
Seperti yang dikatakan oleh Mario Syahjohan anggota DPRD Propinsi Sumbar. Menurutnya usai peristiwa kecelakaan kerja yang menewaskan seorang sopir bernama Hendrigo beberapa waktu yang lalu, meminta agar Pemerintah Propinsi untuk segera menutup pertambangan tersebut karena diduga telah lalai dan tidak memperhatikan keselamatan kerja para karyawan, ujarnya beberapa waktu yang lalu.
Hal lebih keras juga dinyatakan oleh anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota Marsanova Andesta. Jauh sebelum peristiwa kecelakaan kerja yang terjadi di areal PT KAS, dirinya secara terang terangan meminta agar Pemkab mendesak pihak Propinsi untuk segera menutup pertambangan yang dinilai terindikasi telah menyengsarakan mayoritas warga setempat, tandasnya.
Sementara itu, ketika awak media berusaha menghubungi pihak perusahaan PT KAS untuk meminta klarifikasi terkait penutupan sementara pasca kecelakaan kerja yang menewaskan seorang sopir, sampai berita ini diturunkan belum berhasil menghubungi pihak terkait.
Namun seperti informasi yang dikatakan oleh Cihel salah satu warga tempatan memberikan informasi jika hari Rabu 4 Maret 2020 rencananya akan diadakan pertemuan antara pihak Perusahaan, pemilik lahan, serta beberapa dinas terkait dan perwakilan masyarakat untuk menentukan nasib perusahaan tambang batu tersebut. (aa)





















