Pasca Audiensi Panas DPRD Bukittinggi dengan HMI Bukittinggi Alwi : “Sulit Mengatakan Posisi HMI Masih Netral”

suasana demo HMI di DPRD Bukittinggi beberapa waktu lalu, insert: Alwi Saputra,SE

SUMBARTIME.COM, Bukittinggi– Situasi panas audinsi antara DPRD Bukittinggi dengan HMI Cabang Bukittinggi (Senin, 17/5), masih menimbulkan banyak opini dari publik. Hampir silih berganti media online memenuhi ruang-ruang publik yang ada di media sosial.

Iklan

Bahkan komentar yang beragam dari netizen menghiasi setiap kolom postingan yang tersedia. Situasi ini tentu menimbulkan reaksi yang panjang, bahkan dua hari ini kabar DPRD Vs HMI ini masih menjadi trending topik lokal Bukittinggi.

Nama Erman Safar, SH, Walikota Bukittinggi, juga terseret dalam masalah ini. Walaupun HMI Cabang Bukittinggi sudah mengklarifikasi pernyataan tersebut, tetap saja menimbulkan kontroversi bagi masyarakat.

Alwi Saputra, SE, yang juga aktivis dari IMM Muhammadiyah Provinsi Sumatera Barat, menyayangkan hal ini bisa terjadi. “kita tentu sangat menyayangkan kejadian ini, karena menampilkan citra negatif di masyarakat kepada kedua belah pihak, apalagi bagi masyarakat yang belum tahu dasar masalahnya” terang Alwi.

Berita Terkait : Sorotan Praktisi Hukum Atas Pertemuan DPRD Bukittinggi Dengan Mahasiswa Diduga Gerakan Mahasiswa Ke DPRD Perlemah Perwako 40/41


Alwi juga menerangkan bahwa ia punya hubungan baik dengan HMI Cabang Bukittinggi, bahkan sejarah kebersamaan yang panjang, sekalipun beda organisasi.

Alwi juga menjelaskan ada perubahan sikap dari HMI setelah pertemuan dengan Erman Safar. “ Saya termasuk orang yang ikut dalam memfasilitasi HMI dan OKP lainnya agar bisa adiensi dengan Walikota Bukittinggi, Erman Safar, walaupun dalam forum KNPI Kota Bukittinggi. Dimana KNPI saat itu mempersiapkan musyawarah daerah di Bukittinggi” lanjut Alwi.

Alwi, yang juga mantan sekretaris KNPI Kota Bukittinggi ini, menilai ada perubahan sikap dari HMI sejak pertemuan awal dengan Erman Safar. “Awalnya saya adalah orang yang didukung dan malah didorong oleh kawan-kawan HMI sebagai calon ketua dalam Musda KNPI kemaren, pada saat audiensi Walikota Erman Safar, hanya ada satu nama saya saja yang baru masuk sebagai calon.

Pernyataan Terbuka IMM Kota Bukittinggi

Namun setelah audiensi tersebut, mungkin karena Erman Safar adalah kader HMI juga, sikap HMI berubah drastis. Dan akhirnya ada calon lain yang muncul secara tiba-tiba” terang Alwi.

Ketika ada kabar mengenai audensi panas antara DPRD dengan HMI, dan menyeret nama Erman Safar, Alwi menilai itu bukan sebuah kejutan, karena itu hal wajar dengan asumsi yang ada.

“ Memang dalam bulan ramadhan kemaren, pertemuan HMI dengan Erman Safar sangat intens, apalagi ada Konfercab HMI Bukittinggi. Jarak waktu yang pendek, dan berdekatan dengan demo, hingga audiensi yang panas itu, sangat wajar jika orang berasumsi macam-macam. Sekalipun ada klarifikasi dari HMI, tetap saja ada tafsiran itu mengarah ke Erman Safar.”,tegas Alwi.

Menurut Alwi, sebagai aktivis dan organisasi intelektual harusnya dapat menjaga integritas. HMI seharusnya dapat menjaga posisi di tengah kondisi politik masyarakat Bukittinggi. “Secara normatif, sulit mengatakan posisi HMI masih netral, memang secara organisasi HMI independen, namun secara emosional, kader-kader cederung merapat ke Erman Safar.

Inilah PR yang besar bagi kepengurusan HMI yang baru, yaitu menjaga integritas dan legitimasi organisasi, ditengah-tengah masyarakat Bukittinggi saat ini ”, tutur Alwi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here