Musim Hujan Tiba Warga Kubang Balambak Merana, “Kondisi Jalan Yang Hancur Hancuran”

Kondisi jalan di Jorong Koto Tinggi Kubang Balambak saat musim hujan tiba

SUMBARTIME.COM-Jika musim hujan tiba, warga Jorong Koto Tinggi Kubang Balambak Nagari Simpang Kapuak, Kabupaten Limapuluh Kota harus merana. Pasalnya akses transportasi penghubung di Nagari tersebut, lebih mirip kubangan kerbau dari pada disebut fasilitas sarana transportasi.

Hal itu dikatakan oleh warga setempat, Dini, kepada awak media, Rabu (17/10) malam. Menurutnya, saat ini kondisi jalan di Jorong Koto Tinggi Kubang Balambak, sangat memprihatinkan. Memasuki musim hujan tahun ini, kembali jalan transportasi sebagai satu satunya akses bagi warga setempat untuk keluar berinteraksi tergenang lumpur.

Iklan

Ini selalu terjadi saban tahun bila musim hujan telah tiba, ungkap Dini. Kondisi jalan yang belum pernah sama sekali tersentuh aspal itu sangat riskan dan cukup berbahaya dilalui. permukaan jalan yang licin dan dibeberapa titik areal jalan terjadi genangan lumpur yang dalamnya sampai melebihi mata kaki , ungkapnya.

Saat ini untuk masuk menuju Jorong Koto Tinggi, Kubang Balambak, hanya bisa ditempuh melalui Nagari Mungka dan itupun hanya bisa dengan kendaraan roda dua. akibat kondisi jalan yang tidak layak membuat masyarakat setempat enggan keluar dari daerah mereka, papar warga tersebut.

Untuk itu dini berharap agar pihak legeslatif dan eksekutif di Pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota, agar segera menepati janji untuk merehab sarana transportasi warga setempat, seperti yang telah dijanjikan saat masyarakat mendatangi Kantor Bupati dan Gedung DPRD beberapa waktu yang lalu, ungkapnya.

” Kami minta agar Pemerintah baik eksekutif maupun legeslatif untuk segera menepati janji mereka seperti yang mereka katakan sewaktu kami melakukan unjuk rasa beberapa waktu kemaren,” tandas Dini ini lagi.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh beberapa warga lain yang sempat ikut aksi demo ke gedung DPRD dan Kantor Bupati Limapuluh Kota pada 24 September 2018 silam. Menurut mereka, janji para penguasa di Limapuluh Kota itu harus ditunaikan, jika ingin pemerintahan mereka berwibawa di mata rakyat jelata.

“Lihatlah kondisi jalan kami yang hancur hancuran, sejak Indonesia Merdeka belum pernah tersentuh aspal”, ratap mereka.

Bahkan yang lebih ekstrim pernyataan dari salah satu warga, jika anggaran untuk perbaikan jalan di Koto Tinggi Kubang Balambak jika anggaran belum juga cair, maka tidak ada pemilu di pemukiman mereka, tandas Nelma, yang diamini warga lainnya. (aa)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here