PAYAKUMBUH – Nasib tragis dialami seorang pemulung lanjut usia (lansia) di Kota Payakumbuh. Dasril (70), pemulung tersebut, tewas setelah ditabrak mobil BMW saat sedang memulung sampah di pinggir Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Balai Nan Duo, Kecamatan Payakumbuh Barat, Senin (7/7) sekitar pukul 02.30 WIB.
Akibat insiden itu, Dasril mengalami luka sangat parah. Kedua kakinya patah, tangan kirinya patah, dan dahinya robek. Warga setempat yang melihat kejadian langsung memberikan pertolongan dengan membawa korban ke rumah sakit.
Namun sayangnya, meski sempat mendapatkan perawatan intensif oleh tim medis, nyawa Dasril tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 20.30 WIB. Sementara itu, sopir mobil BMW telah diamankan di Mapolres Payakumbuh untuk menjalani pemeriksaan.
Kasat Lantas Polres Payakumbuh, AKP Yuliarman melalui Kanit Gakkum, Aipda Hardiman, membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Menurutnya, meski kejadian berlangsung dini hari, pihaknya baru menerima laporan sekitar pukul 09.00 WIB.
“Setelah mendapat laporan, kami langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan mobil dan melakukan olah TKP. Kami juga mengecek kondisi korban yang kritis, dan akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit,” ungkap Aipda Hardiman.
Ia menjelaskan, kecelakaan bermula saat Dasril sedang berdiri atau memulung sampah di jalur kiri pinggir jalan. Tiba-tiba, mobil BMW dengan nomor polisi BA 312 yang dikemudikan Rafee Akhtar Azmi (20), melaju dari arah Pasar Payakumbuh menuju Koto Nan Ampek dan hilang kendali hingga menabrak Dasril.
“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami benturan di kepala, luka robek di dahi, patah tulang tangan kiri, serta patah tulang kaki kanan dan kiri. Korban dinyatakan meninggal pada malam harinya,” jelasnya.
Ditambahkan Aipda Hardiman, mobil BMW tersebut mengalami kerusakan pada bodi sisi depan dan kanan, serta telah diamankan sebagai barang bukti. Sementara itu, sopir dipastikan tidak berada di bawah pengaruh alkohol maupun narkoba saat berkendara.
“Pengendara mobil mengaku pulang nongkrong dari kafe bersama dua rekannya yang juga berada di dalam mobil saat kejadian,” tutupnya.
Direktur RSUD Adnaan WD Payakumbuh, Efitrimelly, menyebut korban mengalami luka sangat berat dengan tingkat kesadaran hanya 30 persen ketika tiba di rumah sakit.
“Pasien tiba dalam kondisi sangat parah, tidak sadar, dan kritis. Awalnya, kami akan merujuk pasien ke Padang karena membutuhkan bedah saraf, tetapi ruang ICU di Padang penuh. Akhirnya, pasien dirawat di ICU RSUD Adnaan WD hingga dinyatakan meninggal dunia pada pukul 20.30 WIB,” tutupnya.
(*)




















