Miris, Warga Padang Panjang ini Dua Tahun Hidup dan Tinggal Seatap Dengan Kambing

Seorang IRT dengan dua anaknya hidup se atap dengan kambing

SUMBARTIME.COM-Miris dan sungguh menyentuh hati, itulaha kata kata yang mampu di ucapkan kepada seorang Ibu rumah tangga (IRT) bernama Las (30) warga Kota Padang Panjang.

Ibu dua anak ini hidup dan tinggal satu atap dengan kambing ternak peliharaannya. Kehidupan itu telah dia jalani kurang lebih dua tahun setelah ditinggal pergi oleh sang suami yang kawin dengan wanita lain.

Iklan

Menurut Ustad M. Shiddieq, pengurus Minangkabau Muslim Care (MMC) Sumbar, kepada awak media mengatakan ibu rumah tangga bernama “Las” tersebut tinggalnya di kawasan Silaing Atas belakang kantor Brimob arah kawasan perbukitan, ujarnya Selasa (13/11).

Untuk mencapai rumah Las itu, harus menuruni kawasan tebing yang cukup curam dan cukup berbahaya di lewati apalagi bila di musim hujan.  Lebih menyedihkan dan memiris hati saat sampai di rumah yang bersangkutan.

Sebuah pondok yang belum pantas disebut rumah, karena jauh dari kata layik huni. Sebuah bangunan persegi yang lantainya separo dari papan, separonya lagi dari seng. Tak memiliki listrik sebagai alat penerangan, dan juga tak memiliki kamar mandi.

Adapun kondisi saat berada di areal pondok ibuk Las tersebut, bau pesing dari kotoran kambing sangat menyengat ke atas pondok tersebut lantaran dibawah pondok adalah tempat tinggal kambing satu satunya harta yang dimiliki olehnya.

Padahal dua orang anak ibu Las, masing masing bernama¬†Hafidzah dan Imas baru berumur 5 tahun dan 2,5 tahun. Namun karena kerasnya kehidupan mereka ‘dipaksa’ setiap hari menghirup bau tak sedap kotoran kambing dari atas pondok mereka, papar Ustadz M.Shiddieq menuturkan.

Sementara satu satunya sumber mata pencarian ibu las ini hanyalah berdagang buah rimbang di Pasar Padang Panjang. Kalaupun dagangan dirinya laku, ibu Las hanya bisa membawa pulang sejumlah uang berkisar Rp 30.000 hingga Rp 35.000 perharinya dengan catatan dagangannya terjual habis.

Menyaksikan fenomena masih adanya satu keluarga yang hidup benar benar jauh dibawah garis kemiskinan di tengah tengah Pemerintahan Kota setempat yang selalu menggemborkan kata akan siap mengentaskan kemiskinan dan ingin mensejahterakan warganya tersebut, membuat MMC menjadi prihatin.

Menurut Ustadz M. Shiddieq, Minangkabau Muslim Care dalam waktu dekat ini berencana akan membangun sebuah rumah sederhana untuk ibuk Las agar bisa dihuni dengan layak. Untuk itu dia bersama pengurus yang lain, saat ini gigih mencari bantuan dari pada donoratur yang terketuk hatinya melihat kehidupan satu keluarga yang terabaikan selama dua tahun itu.

Bagi para pembaca yang juga terketuk hatinya dan ingin memberikan bantuan, silahkan salurkan bantuan anda melalui MMC seperti nomor yang tertera di bawah ini,

Bank Muamalat
No. Rek. 4230014005
A/N. Minangkabau Muslim Care ( MMC )

Konfirmasi Ke :

1. Muhammad Shiddieq Al Minangkabawy.
HP. 085364296465

2. Hamzah Abu Maryam
HP. 082386321556

3. Abu Dzaye Fathummaly
HP. 082384411176

4. Khaidir Abi Sultan
HP. 081267232508

Kami mengucapkan jazakumullah khairan katsiran.

Barakallahu fikum jami’an. Amin… (tim)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here