Kembali Budayakan Silek Ditengah Generasi Muda Minang, Perhimpunan Silek Tuo Gelar Festival di Payakumbuh

Para Pesrta alek silek saat gelaran jumpa pers di pendopo rumdin Wako Payakumbuh

SUMBARTIME.COM-Pernah menonton filim Surau dan Silek, atau film Merantau?, jika anda pernah menyaksikan film yang berlatar belakang tentang seni ilmu bela diri dari tradisi dan kebudayaan Minangkabau tersebut, pasti anda masih ingat tentang cuplikan adegan jurus demi jurus yang diperagakan oleh aktornya yang lazim disebut dengan Silek (Silat).

Silek adalah sebuah gerakan bela diri yang kaya akan seni serta jurus dan berasal dari Minangkabau. Walaupun gerakan silek dihiasi dengan gerakan lambat seperti orang menari, namun jangan salah, Silek merupakan salah satu ilmu bela diri yang cukup mematikan dan fatal bagi lawan jika bertarung dengan para Pandekanya.

Iklan

Namun seiring perjalanan zaman, tradisi silek banyak telah dilupakan oleh para generasi muda terutama putra Minangkabau sendiri. Banyak generasi muda saat ini malah menyukai seni beladiri yang datang dan di impor dari luar negri.

Tentu saja fenomena ini membuat para aktifis Kebuadayaan lokal menjadi kuatir jika hal ini dibiarkan maka, bisa jadi pada beberapa tahun kedepan tradisi silek ini mulai hilang dan pudar di minsed para generasi muda terutama putra Minangkabau itu sendiri.

Mengantisipasi hal tersebut, Perhimpunan Tuo Silek Tradisi Minangkabau bekerja sama dengan Pemko Payakumbuh dan Kemendikbud Pemprov Sumbar menggelar iven Payokumbuah Alek Silek pada Senin (12/11) dan Selasa (13/11) kemaren, yang bertempat di Rumah Gadang Salo, Kelurahan Limbukan, Kecamatan Payakumbuh Selatan.

Adapun iven tersebut di ikuti oleh 160 pesilat yang terdiri dari 4 pesilat luar negeri, 7 pesilat Nasional, dan 149 pesilat asal Sumbar.

Menurut Pamuncak Perhimpunan Tuo Silek Tradisi Minangkabau, Rothman Silitonga Datuak Paduko Basa Pandeka Sago, kepada awak media di Pendopo Rumah Dinas Walikota Payakumbuh, Selasa (13/11) malam mengatakan, festival tersebut diadakan yang bertujuan kembali mengenalkan tradisi dan budaya Minangkabau khususnya di bidang Seni Beladiri yang telah mulai memudar dari generasi muda Ranah Minang, tuturnya mengatakan.

Di jelaskan, kegiatan tersebut, berbeda dari festival silek lain yang pada umumnya mempertandingkan adu fisik. Namun pada Alek Silek yang baru saja usai diadakan itu, lebih mengkedepankan seni serta ilmu pengetahuan jurus gerakan dari silek itu sendiri.

Sebab secara filosofis, Silek adalah seni mengenal Tuhan, seni mengenal diri dan Seni mengenal alam. Pada akhirnya yang disebut pandeka silek adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya sendiri sebelum dia menundukan lawannya.

Khusus diranah Minang, pada masanya Silek terkait dengan kehidupan para santri Surau. Sebelum para santri belajar ilmu bela diri mereka diwajibkan untuk belajar mengaji di Surau terlebih dahulu. Itulah mengapa para pandeka Silek terkenal dengan tingkah laku yang beradat di tengah kehidupan masyarakat, karena sebelum mereka belajar ilmu bela diri, terlebih dahulu mereka diwajibkan belajar ilmu agama dan ilmu adat istiadat serta budaya, papar Rothman panjang lebar. (aa)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here