MENJELANG RAMADAHAN 1439 H POLRI GELAR OPERASI PATUH SINGGALANG

Operasi Singgalang resmi dimulai

SUMBARTIME.COM-Tepatnya pada Kamis 26 April 2018 adalah hari pertama dimulainya Operasi Patuh Singgalang 2018 yang dilaksanakan secara serentak di Indonesia, sesuai dengan kalender kegiatan yang telah ditetapkan oleh Kapolri, kegiatan yang dimulai menjelang Ramadhan 1439 H itu, dilaksanakan selama 14 hari atau  akan berakhir pada pada 9 Mei 2018 nanti.

Dikota Solok lebih kurang sebanyak 38 personil gabungan diturunkan dan siap untuk menciptakan suasana yang kondusif dan patuh aturan berlalu lintas, dimulainya  operasi itu, ditandai dengan pemasangan Pita Tanda Operasi Patuh Singgalang 2018 oleh Waka Polres Solok Kota, Kompol Sumintak.SH, kepada perwakilan dari personel Satlantas Polres Solok Kota, personel Subdenpom 1/4.6 Solok, dan personel dinas perhubungan kota Solok, Kamis (26/4), dalam acara apel gelar pasukan dilapangan upacara Polres Solok Kota.

Iklan

Dalam paparannya, saat memimpin apel gelar pasukan tersebut, Kompol Sumintak mengatakan, sasaran pada operasi tersebut adalah, Pengemudi yang menggunakan Hansphone, Pengemudi melawan arus, berboncengan lebih dari satu, Pengemudi di bawah umur, Pengemudi dan penumpang sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI, Pengemudi kendaraan bermotor yang menggunakan Narkoba atau sedang  mabuk, dan  Pengemudi berkendaraan melebihi batas kecepatan yang telah ditentukan.

Sesuai dengan apa yang telah diamanatkan oleh undang undang nomor 22 tahun 2009, tentang lalu lintas dan angkutan jalan, seorang petugas diharapkan mampu untuk mewujudkan atau memelihara keamanan, keselamatan, dan kelancaran serta ketertiban berlalu lintas (Kamseltibcar Lantas), serta harus mampu untuk meningkatakan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, Membangun budaya tertib berlalu lintas, serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada Publik.

Secara internasional untuk mengurangi jumlah korban meninggal dunia dijalan raya, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah mengeluarkan program Decade of Action for Road Safety (DOA) 2011-2020, program yang disebut juga dengan Dekade Aksi Keselamatan Jalan itu, ditaksir akan mampu mengurangi korban meninggal dunia sebesar 50 % pada 2020 nanti.

Hal itu juga dituangkan oleh para penyelenggara sistim terpadu dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) melalui lima pilar keselamatan, yakni, Manajemen keselamatan jalan,

Jalan yang berkeselamatan, Kendaraan yang berkeselamatan, Perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan, dan Penanganan korban pasca kecelakaan, ungkap Waka Polres Solok Kota.

Sebagai pedoman dan motifasi bagi seluruh personel yang ada tersebut, Kompol Sumintak,SH, juga memaparkan data laka lantas data pelanggaran pada operasi patuh  yang telah dilaksanakan oleh  tim gabungan pada 2017 lalu,   disampaikannya, korban meninggal dunia nihil,  luka berat 2 orang,  luka ringan 1 orang dan kerugian materil Rp. 10.400.000, sentara itu data pelanggaran adalah, Tilang 1060 berkas dan teguran 179 berkas.

Angka korban meninggal dunia mengerucut apabila dibandingkan pada periode tahun sebelumnya, Waka Polres Solok Kota itu menerangkan, pada tahun 2016 lalu, jumlah meninggal dunia 1 orang,  luka berat nihil,  luka ringan nihil dan kerugian materil Rp.  300.000, sementara itu data pelanggaran yang terjadi adalah, Tilang 626 berkas dan teguran 217 berkas.

Disela kesempatannya itu, Waka Polres Solok Kota juga menghimbau masyarakat pengguna kendaraan bermotor, untuk dapat bekerja sama dalam menjaga keselamatan dan menumbuh kembangkan budaya tertib berlalu lintas, demi keselamatan bersama.

” Akan jauh Lebih baik menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, dari pada menjadi korban kecelakaan berlalu lintas ” ungkap Kompol Sumintak,SH, mengakhiri. (Gia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here