Mabes Polri Tegaskan Info Penculikan Anak yang Sedang Marak Tersebar di Medsos Adalah Hoax

Mabes Polri tegaskan info penculikan anak yang tersebar di medsos adalah Hoax

SUMBARTIME.COM-Warga masyarakat Indonesia umumnya saat ini ramai disibukan dengan info tentang penculikan anak yang marak beredar di media sosial (medsos). Setiap hari ada saja informasi berseliweran di medsos terutama akun facebook yang memberitakan adanya peristiwa penculikan anak, atau tertangkapnya pelaku penculik anak.

Tentu saja berita yang cukup hangat dan hot tersebut dengan cepat beredar dan menjadi isu yang cukup mencemaskan bagi para ibu rumah tangga. Tragisnya bahkan ada yang mengunggah foto korban  dimutilasi serta ramai di bagikan oleh para nitizen lainnya di medsos.

Iklan

Namun benarkah isu yang beredar dan cepat tersebar luas di medsos itu benar?,

Di halaman instagram @divisihumaspolri memberikan klarifikasi.

Kepolisian memastikan berita penculikan anak yang saat ini meresahkan masyarakat adalah kabar hoax.

“POLRI KLARIFIKASI BERITA PENCULIKAN ANAK HOAX.

Terkait beredarnya isu penculikan anak yang akhir-akhir ini marak di media sosial, Polri menyatakan bahwa berita tersebut ialah hoax.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., mengatakan, hoax yang beredar terkait cerita penculikan anak dan pencurian organ tubuh yang tidak pernah terjadi.

Menurut Karo Penmas Divisi Humas Polri tersebut, berdasarkan hasil penyelidikan banyak foto yang di sebar di sosmed benar namun fakta dan kejadian tidak sesuai dengan apa yang terjadi terkait tentang penculikan anak, ujarnya lagi.

Fakta yang terjadi dari info hoax yang disebar oleh orang yang tidak bertanggung jawab akhirnya memakan korban. Seorang wanita asal Kota Palembang Sumatra Selatan, bernama Sartika (25), telah melaporkan sebuah akun facebook bernama Heni Natalia ke polisi, Kamis (1/11). Pasalnya, Sartika tidak menerima akun bernama Heni Natalia tersebut memajang ibunya bernama Fatimah yang sedang berdagang buah buah di kawasan Talang Buruk, Kecamatan Sukarami Palembang dan dituduh sebagai pelaku penculik anak.

Sartika tidak terima foto ibunya yang dipajang oleh akun bernama Heni yang membawa kantong plastik warna hitam dan menyandang tas warna hitam mengenakan pakaian warna kuning serta celana krem.  Dalam keterangan foto itu bertuliskan tuduhan jika wanita itu hendak menculik anak di kawasan Talang Buruk, Kecamatan Sukarami Palembang.

Padahal menurutnya lagi, saat itu ibunya sedang berdagang buah di pasar tersebut. Untuk itu dirinya segera meminta polisi untuk menangkap dan memproses akun bernama Heni Natalia sesuai dengan hukum yang berlaku. (bn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here