Ma’aruh Amin Yakin Menang di Sumbar, Anton Permana :” Calegnya Ogah Pasang Gambar Capres”

Gambar Ilustrasi
Iklan border=

SUMBARTIME.COM-Hiruk pikuk Pilpres dan Pileg, 17 April 2019 yang hanya tinggal kurang lebih dua bulan lagi, membuat aromanya makin terasa di kawasan Sumatra Barat.

Masing masing pendukung dua kubu, baik pendukung Petahana, Jokowi Ma’aruh, maupun pendukung penantang sama sama mengklaim optimis bisa mendulang kemenangan di Sumatra Barat.

Iklan border=
Loading...

Bahkan, tim Jokowi Maaruh tak sungkan sungkan dan merasa percaya diri jika Sumatra Barat yang merupakan salah satu lumbung suara Prabowo, namun pada Pilpres 2019 nanti, mereka optimis merebut kemenangan seperti yang dikatakan oleh Cawapres 01 Ma’aruh Amin, saat temu ramah dengan perantau Sumbar, di sebuah rumah makan Jalan Agus Salim, Jakarta, Rabu (6/2).

Menurut Wakil Jokowi tersebut dia merasa yakin jika pihaknya bisa mendulang suara minimal menang tipis dengan alasan dirinya telah didukung orang Minang di Perantauan.

Namun benarkah demikian,?

Hal yang berbeda justru diungkapkan oleh pengamat politik tentang realitas lapangan yang sebenarnya. Itu dikatakan oleh Anton Permana, Tokoh muda Luhak Limopuluah, lulusan Lemhanas angkatan 2018.

Menurutnya, justru secara tersirat para caleg dari koalisi partai pendukung petahana, sedang menampakan kegalauan mereka dalam menghadapi Pemilu terutama Pilpres di Sumbar ini, ujarnya.

Di jelaskan Anton Permana, ada pokok persoalan yang mendasar sedang dihadapi oleh para Caleg dari partai pendukung Petahana di Propinsi Sumbar. Para Caleg serta relawan pendukung Petahana amat menyadari kondisi kebatinan Masyarakat Minangkabau yang mayoritas pendukung fanatik Prabowo Subianto.

Terkait tentang dukungan 10 Kepala Daerah di Sumbar terhadap Jokowi Ma’aruh, beberapa waktu silam, dalam perjalanannya terbukti tidak ada pengaruh apapun bagi pemilih di Ranah Minangkabau. Hal itu dibuktikan di beberapa grub grub sosmed, justru mayoritas masyarakat Minangkabau melawan dan mengkritik balik 10 Kada yang melakukan deklerasi tersebut.

Baca Juga :  Ingin Hadiri Safari Politik Ma'aruh Amin, Bupati Limapuluh Kota Dihadang Bawaslu

Menyadari hal itulah, para caleg dari pendukung Petahana, kebanyakan terindikasi cari selamat dengan cara menghindari memasang gambar Capres mereka di baliho masing masing.

Sebab menurut Anton Permana lagi, hal itu dilakukan oleh para caleg pendukung, agar suara mereka tidak tergerus pada Pileg nanti.

” Gimana Mau Menang Pak Ma’aruf jika calegnya ogah memasang gambar Capres pilihannya di baliho fotonya,” pungkas Anton Permana.

Terpisah Ketua DPC PKB Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, yang juga merupakan Wakil Bupati Limapuluh Kota, di satu sisi membenarkan pendapat Anton Permana tersebut.

Menurutnya saat dihubungi pada Rabu (6/2) malam, membenarkan jika mayoritas caleg dari partai pendukung 01, ogah memasang gambar Capresnya di atas baliho dirinya salah satu alasannya, karena takut suara mereka tergerus.

” Kita harus akui kalau Sumatra Barat merupakan lumbung suara Prabowo Subianto,” ujar Ferizal Ridwan.

Namun tentu kami mempunyai strategi jitu, ulasnya lagi. Adapun strategi jitu itu menurut Ketua DPC PKB Limapuluh Kota itu salah satunya akan bergerak dari pintu ke pintu mengetuk pintu hati masyarakat menjelaskan keberhasilan program Jokowi terutama dampak pembangunan Infrastruktur di Sumbar, paparnya singkat.

Namun pernyataan dari Ferizal Ridwan tersebut dibantah keras oleh Anton Permana. Menurutnya justru Ferizal Ridwan sedang memaparkan dua hal yang saling kontardiksi, ujarnya.

Secara logika akal sehat, jika memang mayoritas masyarakat Minangkabau masih dianggap sebagai Undecided Voters ( pemilih yang masih belum menentukan pilihan), tentu para Caleg Petahana tanpa ragu ragu dan was was akan memasang gambar Capres mereka di baliho masing masing, pungkasnya mengatakan. (tim)

. . . .
Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here