Lahan Terlantar Ditanami Jagung, Solusi SAFARI Penuhi Pasokan Pakan Ayam

Pasangan Calon Kepala daerah Limapuluh Kota SAFARI

SUMBARTIME.COM-Kabupaten Limapuluh Kota dikenal sebagai sentra peternakan ayam di Sumatera Barat. Limapuluh Kota menjadi daerah yang menyuplai ketersedian daging dan telur ayam di Sumbar. Namun ada persoalan para peternak yang perlu mendapatkan perhatian Pemkab yakni ketersediaan pakan ayam.

“Persoalan yang dihadapi peternak atau pengusaha kita adalah sering kali ada kelangkaan pakan ayam dalam hal ini jagung. Dari data yang saya dapatkan, kita minus kebutuhan jagung lebih dari 400 ribu ton dalam satu tahun. Akibatnya, peternak kita banyak yang membeli jagung ke daerah kain seperti Pasaman, Palembang, Medan, dan Lampung.

Iklan

Akibatnya harga jagung ini tidak stabil sebab suplainya juga tidak terjamin dan terjaga,” ujar Rizki Kurniawan Nakasri saat berdialog ujar Rizki Kurniawan Nakasri (RKN) saat berdialog di stasiun radio Total FM, Tanjung Pati, Jumat pagi (11/9).

Menurut RKN, Pemkab mesti punya kontribusi dalam menyangga peternakan ayam Limapuluh Kota yang jumlahnya mencapai berjuta-juta ekor. Persoalan pakan ayam sudah seharusnya dicarikan solusi. “Kami memiliki program unggulan untuk membuka 10 ribu hektar lahan terlantar untuk kita tanami dengan jagung dan tanaman holtikultura.

Data statistik menunjukkan ada 62 ribu hektar lahan terlantar di Limapuluh Kota. Ini potensi yang harus kita garap,” tuturnya.

Faktor utama yang menyebabkan lahan tersebut terlantar adalah karena ketiadaan modal pemilik lahan. Di satu sisi ada soalan pakan ayam, di sisi lain ada peluang untuk memenuhi pakan ayam dengan menggarap lahan tersebut. 

“Paling utama bagaimna kita meyakinkan pemilik modal. Orang yang punya modal terutama pengusaha ayam ini bisa dihubungkan dengan pemilik lahan. Pemerintah daerah membuat kebijakan dan mengelolanya secara profesional melalui BUMD. Sistemnya bisa sewa ataupun bagi hasil nantinya. Dana besar diambil dari pihak ketiga sementara APBD sifatnya sebagai stimulus saja,” ujar RKN.

Kebijakan ini diyakini RKN akan membuka lapangan kerja untuk 30 ribu orang dan membuat ekonomi di nagari-nagari tumbuh signifikan. “Peternak juga tidak khawatir lagi dengan suplai pakan karena daerah kita memproduksi langsung. Hal ini juga mendorong kestabilan dalam peternakan ayam secara berkelanjutan,” tuturnya.(rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here