Diduga Terkait Utang Piutang Rumah Pribadi Wakil Bupati Solok Disegel Ormas

Penyegelan rumah pribadi Wakil Bupati Solok oleh Sebuah Ormas

SUMBARTIME.COM-Selasa 15 September 2020, pagi hari, warga Kabupaten Solok digemparkan dengan informasi rumah pribadi milik Wakil Bupati mereka disegel oleh sekelompok massa yang diduga dari Ormas Laskar Merah Putih.

Selain itu di sosial media, juga sempat beredar serta viral video penyegelan rumah pribadi milik Yulfadri Nurdin, orang nomor dua di Kabupaten Solok tersebut.

Iklan

Bahkan dalam video yang berdurasi sekitar 1 menit 56 detik itu terlihat sekelompokOrmas tersebut memasang baliho yang bertuliskan,”Rumah Ini Disegel, Sampai Ada Kelunasan Utang

Dari informasi, penyegelan terhadap rumah pribadi milik Wakil Bupati Solok tersebut terjadi pada Selasa (15/9) dini hari sekira pukul 02.00 WIB. Adapun Ormas yang melakukan penyegelan tersebut mengaku atas perintah dari Epyardi Asda, mantan anggota DPR RI 3 priode yang juga bakal Calon Bupati Kabupaten Solok yang didukung oleh Gerindra dan PAN.

Hal itu dibenarkan sendiri oleh yang bersangkutan kepada beberapa awak media yang menghubunginya. Epyardi Asda, mengakui dirinya telah memerintahkan Ormas Laskar Merah Putih untuk melakukan penyegelan rumah pribadi milik Yulfadri Nurdin.

Peristiwa itu menurutnya terkait soal hutang piutang antara dirinya dengan Yulfadri Nurdin, Wakil Bupati Solok. Di jelaskan persoalan ini sudah sejak Tahun 2015 silam.

Hutang itu terjadi sejak Yulfadri Nurdin maju mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Solok. Namun setelah dirinya berhasil duduk, sudah untuk ditagih, papar Epyardi. Bahkan pernah kabur saat didatangi oleh Ormas atas kuasa yang dia berikan untuk menagih hutang.

Menurut Epyardi Asda, dia telah kehabisan cara untuk menagih hutang kepada yang bersangkutan. Satu satunya cara hanyalah menyegel rumah milik pribadi yang sempat dijadikan sebagai jaminan saat itu, tutupnya.

Terpisah, Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin saat dihubungi awak media, mengaku penyegelan rumah pribadinya itu pada Selasa siang. Dirinya keget serta terperangah krtika tahu ada Ormas yang menyegel rumahnya atas perintah Epyardi Asda.

Terkait penyegelan tersebut soal hutang piutang, Yulfadri Nurdin mengakui jika dirinya pernah memiliki hutang kepada Epyardi Asda. Namun hutang tersebut telah dia lunasi, timpalnya lagi.

“Sudah saya bayar. Saya Bayar Rp 500 Juta seperti yang diperintahkan,” tandas Yulfadri Nurdin.

Menurutnya uang pinjaman itu bukan berasal dari kemauan dirinya, namun dari Epyardi Asda sendiri yang menyodorkan kepada dirinya ketika akan maju sebagai calon Wakil Bupati pada Tahun 2015 silam, tuturnya.

“Dan Jika pak Epy merasa piutangnya belum dibayar kan bisa menempuh jalur hukum tanpa harus menyegel rumah pribadi saya,” tutur Yulfadri.

Atas peristiwa penyegelan rumahnya tersebut, dirinya berencana akan mempertimbangkan langkah hukum dan akan mengkaji baik buruknya, tutup Wakil Bupati Solok itu mengakhiri. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here