SUMBARTIME.COM-Menanggapi pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang akan mengafirmasi Syiah dan Ahmadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat ingatkan dan meminta Menag untuk berhati hati mengeluarkan pernyataan.
Hal itu dikatakan oleh Ketua MUI Sumatera Barat Buya Gusrizal Gazahar Dt Palimo Basa. Menurutnya, pernyataan Yaqut tentang afirmasi kaum Syiah dan Ahmadiyyah sebagaimana tersebar dalam berbagai media online, bukanlah suatu sikap yang bijak dan adil bila mengabaikan sikap yang telah dilahirkan oleh Majelis Ulama Indonesia.
Di jelaskan Buya lagi, bahwa Yaqut Cholil Qoumas bukanlah lagi ketua Ormas, tapi adalah seorang Mentri Agama RI. Untuk itu dirinya meminta agar Yaqut bisa menghormati keputusan lembaga keagamaan yang telah melahirkan berbagai keputusan yang terkait dengan agama tertentu, paparnya.
“Hak warga negara mendapatkan perlindungan bukan berarti mereka juga berhak untuk merusak ajaran agama. Negara harus hadir melindungi ajaran agama itu sendiri dari berbagai penyesatan,” ungkap Buya tegas.
Kalau keinginan Mentri Agama mewujudkan kebersamaan, haruslah berhati hati melontarkan pernyataan yang berakibat sebaliknya. Sebab Ulama tak akan diam dengan penyesatan yang terjadi di tengah umat, pungkas Ketua MUI Sumbar ini. (tim)
Sumber: MUISUMBAR.OR.ID




















