Ketahuan Melakukan hubungan Seks Menyimpang, Pasangan Gay ini Diusir Warga Pulau Punjung

Warga Jorong Simpang Pogang Usir pelaku pasangan gay dari kontrakannya

SUMBARTIME.COM-Kembali kasus hubungan sesama jenis atau LGBT terungkap di Sumatra Barat. Rabu (24/10) siang, sekira pukul 11.00 WIB, pasangan gay masing masing inisial EP (25) dan FR (28) di usir oleh warga Jorong Simpang Pogang, Nagari IV Koto, Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya dari rumah kontrakannya di daerah setempat.

Kedua pasangan gay asal Kabupaten Solok itu ketahuan telah melakukan hubungan badan layaknya seperti hubungan suami istri dengan prilaku seks menyimpang di dalam rumah kontrakan EP salah satu dari pasangan gay tersebut.

Iklan
Loading...

Dari informasi yang berhasil di himpun, pasangan gay itu di usir dari rumah kontrakannya pada Rabu 24 Oktober 2018 , siang oleh warga dan tokoh masyarakat setempat. Keduanya dinyatakan telah menodai Jorong Simpang Pogang dengan menjadikan tempat kontrakannya sebagai praktek mesum dengan cara seks menyimpang.

Menurut Kepala Jorong Simpang Pogang, Iqbal mengatakan, perbuatan laknat yang dilakukan oleh pasangan gay tersebut bermula dari salah seorang warga mendapatkan informasi di akun Facebook pada Selasa (23/10) yang memperlihatkan adengan seks menyimpang yang dilakukan oleh pasangan gay yang mengontrak di kawasan mereka.

Setelah mendapatkan informasi,  salah satu warga itu langsung berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan para pemuda Jorong Simpang Pogang. Selanjutnya bersama perangkat Wali Nagari, salah satu pelaku gay tersebut berinisial EP yang sehari hari berdagang pakaian bekas, di jemput ke rumahnya dan dibawa ke Kantor Walinagari IV Koto.

Selanjutnya dilakukan intrograsi terhadap EP oleh perangkat Walinagari dan tokoh masyarakat setempat. Awalnya pelaku mengelak dan membantah jika pegikut kaum sodom. Tetapi setelah diperlihatkan barang bukti, berupa foto adengan ranjang dirinya bersama pasangannya berinisial FR yang sehari hari bekerja sebagai pedagang roti bakar keliling, EP tidak mampu lagi mengelak dan membantah.

EP mengakui segala perbuatannya yang telah melakukan hubungan badan sesama jenis dengan FR. Bahkan menurutnya perbuatan tidak senonoh dan terlaknat tersebut telah dilakukan sebanyak tiga kali di rumah kontrakannya. Terakhir kali mereka beradengan ranjang terjadi pada Minggu kemaren, akunya didepan warga dan tokoh masyarakat.

Sementara, saat mendengarkan pengakuan dari pelaku pasangan gay tersebut, suasana sempat memanas, beberapa pemuda nyaris tidak bisa menahan emosi dan melakukan kekerasan kepada pelaku. Beruntung Perangkat Nagari dan Tokoh masyarakat setempat bisa mengendalikan suasana, sehingga aksi anarkis tidak sampai terjadi.

Namun denda serta sanksi yang diberikan kepada pasangan gay tersebut adalah harus membayar denda 28 sak karung semen ke Jorong Simapang Pogang, dan pasangan gay itu harus keluar d dari Nagari IV Koto.

Malam itu juga EP dibawa dan dititipkan di Polsek Pulau Punjung untuk mengindari dari amukan warga. Selanjutnya keesokan harinya pelaku langsung di usir dari daerah setempat, papar Iqbal. (tim)

Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here