Kesandung Surat Kemendagri, 4 Kepala Daerah di Sumbar Terancam Gagal Naik Haji Abidin

gambar jamaah haji

SUMBARTIME.COM-Empat Kepala Daerah Kota/Kabupaten di Sumatera Barat, terancam batal menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah, akibat kesandung dan terganjal surat larangan tak boleh berangkat dari Kementrian Dalam Negri (Kemendagri).

Masing masing empat kepala daerah tersebut adalah Walikota Sawahlunto, Deri Asta, Bupati Agam, Indra Catri, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, serta Wakil Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman.

Iklan
Loading...

Berdasarkan peraturan Mentri Agama, Pasal 30 Ayat (3) Nomor 13 Tahun 2018, Tentang penyelanggaraan ibadah Haji Reguler yang boleh menjadi tim pendamping atau pemandu jamaah haji daerah dengan menggunakan biaya daerah adalah PNS, TNI/POLRI, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta tokoh pembimbing yang memiliki sertifikat ibadah Haji.

Atas dasar tersebut Kemendagri melalui Sekretaris Jendralnya DR. Hadi Prabowo MM melarang dan tidak memberikan izin kepada 4 Kepala daerah Kota/ Propinsi di Sumbar untuk melaksanakan ibadah haji dengan pembiayaan kas daerah melalui satu berkas surat tanggapan kepada Gubernur Sumatra Barat.

Dalam tanggapan surat dimaksud, Kemendagri melarang dan tidak memberikan izin kepada kepala daerah yang melaksanakan ibadah haji dengan memakai anggaran dinas. Sebaliknya pihak Kemendagri akan memberikan izin jika masing masing Kepala Daerah tersebut memakai biaya pribadi dan melampirkan surat pernyataan memakai biaya pribadi.

Atas keputusan tersebut, bisa dipastikan kemungkinan besar ke 4 Kepala daerah di Sumbar tersebut gagal berangkat melaksanakan Haji Abidin ( Anggaran Biaya Dinas)

Sementara itu, perlawanan atas keputusan Mentri Dalam Negri tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan. Kepada awak media dirinya tetap ngotot dan bersikeras pergi melaksanakan ibadah haji walau apapun resiko serta sanksi yang akan dia terima, ujarnya lantang mengatakan.

Bahkan Sesumbar dia mengatakan berani mempertaruhkan jabatan Wakil Bupati dan siap akan mengembalikan uang negara yang terpakai untuk biaya perjalanan Haji pada tahun 2019 ini demi cita citanya terlaksana.

” Apapun resikonya saya akan tetap berangkat untuk melaksanakan ibadah Haji,” pungkasnya kepada awak media. (aa)

Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here