PAYAKUMBUH – Kebakaran besar melanda kawasan Pasar Inpres Blok Barat Payakumbuh pada Selasa (26/8/2025) dini hari. Api mulai berkobar sekitar pukul 05.00 WIB dan dengan cepat menjalar, menghanguskan ratusan toko dan lapak pedagang.
Berdasarkan data sementara, kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 300 toko dan 250 lapak PKL. Kobaran api sempat membumbung tinggi dan menimbulkan kepanikan warga serta pedagang yang berusaha menyelamatkan barang dagangan mereka.
Pemadaman Libatkan Belasan Armada Damkar
Proses pemadaman berlangsung dramatis. Belasan unit pemadam kebakaran dikerahkan, tidak hanya dari Kota Payakumbuh, tetapi juga dari daerah tetangga seperti Kabupaten Limapuluh Kota, Bukittinggi, Agam, hingga Tanah Datar. Setelah berjuang lebih dari empat jam, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 09.44 WIB, dilanjutkan dengan pendinginan untuk mencegah api kembali menyala.
Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda, mengatakan, kebakaran melanda hampir seluruh bangunan di Blok Barat.
“Diperkirakan 85 persen bangunan bertingkat di kawasan Pasar Inpres ini ludes terbakar. Kami masih melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Ditaksir Capai Miliaran
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, beberapa petugas dan relawan mengalami luka ringan akibat reruntuhan serta pecahan kaca saat membantu proses pemadaman.
Meski jumlah pasti belum diumumkan, kerugian materiil akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah, mengingat sebagian besar toko dan lapak yang terbakar merupakan pusat perdagangan kebutuhan pokok dan pakaian.
Penyebab Masih Dalam Penyelidikan
Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Aparat kepolisian bersama tim forensik tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan asal api.
Sementara itu, pemerintah kota berjanji segera menyiapkan langkah darurat, termasuk kemungkinan relokasi sementara bagi ratusan pedagang terdampak.
“Prioritas kami saat ini adalah membantu para pedagang yang kehilangan tempat usaha. Pendataan sedang berlangsung agar penanganan bisa lebih cepat,” tambah Rida Ananda.
Suasana Haru di Lokasi
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana haru menyelimuti para pedagang yang hanya bisa menyaksikan lapak dan toko mereka dilalap api. Banyak dari mereka menangis karena barang dagangan tak sempat diselamatkan.
Sejumlah organisasi masyarakat dan relawan juga mulai menggalang bantuan untuk meringankan beban pedagang yang terdampak kebakaran besar ini.(*)





















