Kapolresta Padang Perintahkan Tangkap “Urang Bagak” Pelaku Pemerasan di Pantai Purus

terduga pelaku yang sempat difoto oleh korban

Tim Klewang Reskrim Polresta Padang dan Unit Reskrim Polsek Padang Barat memburu pelaku pemalakan terhadap pengunjung di Pantai Purus yang terjadi pada Sabtu (23/10) pagi kemaren.

Pemberitaan yang sempat viral di medsos terkait aksi pemalakan dan pemerasan terhadap pengunjung pantai Purus itu langsung mendapatkan tanggapan serius dari Kapolresta Padang, Kombes Pol Imran Amir.

Iklan

Menurutnya, beberapa jam usai peristiwa kasus pemalakan terjadi, dirinya langsung memerintahkan personil untuk mencari dan mengusut para pelaku. Hasilnya, berdasarkan penyelidikan didapat dua identitas pelaku dugaan pemalakan dengan modus sebagai juru parkir masing masing inisial Z (23) dan D (23), paparnya Minggu 24 Oktober 2021.

“Saat ini anggota di lapangan sedang mengendus dan memburu keberadaan kedua pelaku. Pelaku merupakan seorang residivis dalam kasus tindak pidana pencurian,” ungkap Imran.

Kapolresta Padang tersebut dengan tegas memerintahkan jajarannya untuk mengusut serta menangkap pelaku dugaan pemerasan dan pemalakan yang terjadi di pantai Purus kemeren.

Imran juga mengatakan tidak boleh ada aksi premanisme serta di Kota Padang. Siapapun dia, tidak dibenarkan melakukan aksi bandit jalanan yang bisa mencoreng Pariwisita Kota Padang, tukuknya lagi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, telah terjadi aksi dugaan pemalakan yang dilakukan terduga pelaku dengan modus mengaku sebagai tukang parkir di kawasan Pantai Purus Padang pada Sabtu pagi kemaren terhadap pengunjung yang bernama Joni (35).

Saat itu pelaku yang mengaku sebagai “Urang Bagak” tersebut dengan kasar dan arogan meminta paksa sejumlah uang parkir kepada korban dengan disertai ancaman jika tidak membayar korban akan diusir dari lokasi.

Korban merasa diperlakukan dengan kasar oleh “urang bagak” tersebut, sempat protes mempertanyakan identitas pelaku sebagai juru parkir resmi.

Namun bukan jawaban yang didapatkan oleh pengunjung, tapi berpa hardikan serta pukulan yang dia terima dari pelaku sehingga sempat terjadi saling jual beli pukulan diantara mereka. Beruntung baku hantam itu cepat berhenti setelah warga lainnya yang ada di lokasi melerainya.

Peristiwa pemalakan dan pemerasan yang terjadi di pantai Padang itu dengan cepat menyebar serta viral di medsos. Para nitizen rata rata meminta aparat keamanan serta instansi Pariwisata kota Padang segera mengusut kejadian yang dinilai telah mencoren wajah Kota Padang dalam bidang Kepariwisataan, demikian awak media sumbartime.com melaporkan. (dei)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here