KAPOLRES SOLOK KOTA MENGAJAK NINIK MAMAK, BUNDO KANDUANG, DAN MAHASISWA MENJADI PELOPOR ANTI HOAX

Kapolres Solok Kota himbau lapisan masyarakat agar anti hoax

SUMBARTIME.COM-Penyebaran berita tidak sesuai fakta (Hoax), akan berpotensi menghancurkan sebuah negara atau memicu terjadinya konflik sosial ditengah  kehidupan masyarakat, dilatar belakangi oleh rendahnya budaya literasi masyarakat, atau kurang mampunya dalam mencerna sebuah informasi yang sengaja dilahirkan untuk tujuan tertentu, membuat Hoax berkembang dengan cepat dan meracuni fikiran, pendapat, serta keyakinan masyarakat pada sebuah fakta yang sesungguhnya, dengan demikian perlu adanya solusi yang bijak untuk mengatasi nya.

Ungkapkan itu disampaikan oleh Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan, didepan ratusan elemen masyarakat yang menjadi peserta  Seminar Literasi Anti Hoax dan Bijak Bermedia Sosial, pada Selasa 10 April 2018, di Aula Mapolres Solok Kota.

Iklan

Selain Kapolres Solok Kota, ikut hadir walikota Solok Zul Elfian, dan ketua Forum Mubalig Pembela Islam (FMPI) Kota dan Kabupaten Solok,Ustad Yon Abu Dzaky sebagai pemeteri, dan sebagai peserta pada kegiatan itu antara lain adalah, perwakilan LKAAM kota Solok, perwakilan Bundo Kanduang kota Solok, Mahasiswa, Dosen perguruan tinggi, perwakilan ormas yang ada di kota Solok, serta puluhan pelajar dari tingkat SLTA atau sederajat.

Dalam paparannya itu,  Kapolres yang bergelar Datuak Pandeka Rajo Mudo itu juga menyampaikan, Apabila Fiksi dianggap Fakta, akan melahirkan suatu perselisihan, keributan, dan bahkan menjadi penyebar kebencian. Dan biasanya para pelaku tersebut akan mempergunakan berbagai macam media sosial dalam menjalankan aksinya.

Berdasarkan dari pada itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menanggulanginya, salah satunya dengan mengegelar seminar Literasi anti hoax dan bermedia sosial yang baik, dengan tujuan agar seluruh peserta yang ada bisa menjadi pelopor anti hoax di kota Solok.

” Sebagai polopor anti Hoax  harus mampu membawa masyarakat untuk bermedia sosial yang baik, salah satunya dengan cara mengajak mereka untuk mempublikasikan sebuah konten yang insipiratif, serta mengajari masyarakat cara membedakan antara informasi yang bersifat hoax dan tidak hoax ”

Lebih jauh AKBP Dony Setiawan menyampaikan, dari hasil survey dan analisa yang  dilakukannya,  masyarakat yang telah beranjak tua lebih rentan termakan hoax jika dibandingkan dengan yang muda,  namun walaupun demikian sebagai pelopor anti hoax harus melakukan edukasi literasi secara merata untuk membentengi mereka.

Seperti biasanya disaat akan memasuki tahun politik, hoax akan lebih banyak bermunculan, dan hal itu taklain adalah untuk menyebar sebuah kebencian, atau menfitnah seorang publik figur atau sekelompok masyarakat  yang telah ditergetkannya, dengan demikian, secara bersama kita harus berkerja exstra untuk membangun benteng masyarakat tersebut.

” Meskipun pemerintah telah membuat regulasi pembatasan akses informasi, namun hal itu tidak menjadi upaya yang maksimal dalam mengantisipasi terjadinya hoax, dengan demikian dapat diindikasikan bahwa  hoax merupakan sebuah pesanan atau bisnis ilegal yang bisa meraup untung besar ” ungkap Kapolres Solok Kota mengkhiri.

Dari liputan Sumbartime.com, selepas seminar  Literasi anti hoax  dilaksanakan, para peserta yang ada secara kompak dan bersama menggaungkan deklarasi anti hoax, dan akan memerangi informasi hoax dan pelakunya. (Gia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here