Kapolres Bukittinggi: Kasus Moge Akan Dikawal Sampai ke Pengadilan

scrensoat video kasus pemukulan terhadap anggota intel bukittinggi (cctv warga)

SUMBARTIME.COM-Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara, dengan tegas menyatakan kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap dua orang anggota intel Kodim 0304/Agam akan terus dikawal sampai pengadilan.

Menurutnya, proses hukum 4 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka tetap lanjut sampai ke pengadilan.

Iklan

“Kita tidak pandang bulu, siapa yang bersalah menurut hukum akan diproses,” ujar Dody, Minggu (1/11).

Di jelaskan olehnya, jika saat ini telah ada 4 orang ditetapkan tersangka atas dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap 2 orang korban dari 2 orang korban masing masing Serda M dan Serda Y dari kesatuan intel TNI AD.

Adapun 4 orang tersangka tersebut dari Klub motor gede (Moge) Harley Davidson Owners Group (HOG) Siliwangi Bandung Chapter masing masing, MS (49) B (18), HS (48) dan dan JAD (26). Saat ini ke empat tersangka sudah ditahan di Rumah Tahanan Polres Bukittinggi.

Ke empatnya mengarah pada perbuatan pidana pasal 170 KHUP jo 351 KHUP, papar Dody.

Kapolres Bukittinggi juga menyebutkan, tidak semua anggota HOG moge itu yang bisa dijadikan tersangka, seperti yang diinginkan publik. Di kaca mata hukum adalah siapa yang melakukan perbuatan tindak pidana waktu kejadian.

“Publik harus memahami prosedur hukum. Siapa yang berbuat dialah yang harus menanggung konsekuensi hukumnya,” sambung Dody.

Namun menurutnya lagi, kalau ada perkembangan baru sesuai dengan hasil pemeriksaan berdasarkan keterangan saksi serta bukti di lapangan jika masih ada yang diduga terlibat, maka polisi akan kembali menetapkan tersangka baru, pungkasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bukittinggi AKP Chairul Amri menambahkan kasus pengeroyokan berawal dari rombongan HOG Siliwangi Bandung Chapter melewati Simpang Tarok. Waktu itu, ada 21 moge yang ikut iring-iringan touring.

Jelang peristiwa, ada 10 rombongan moge yang tertinggal di jalan dan bertemu dengan dua orang anggota intel Kodim 0304/Agam. Selanjutnya terjadi perselisihan diantara mereka dan berlanjut pada kasus pemukulan terhadap anggota TNI tersebut, tuturnya. (ezi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here