Ironi AKBP Dody Prawiranegara, Dari Kapolres Berprestasi Menjadi Tersangka Jaringan Narkoba

Mantan Kapolres Bukittinggi

SUMBARTIME.COM-Ironi benar nasib yang dialami oleh AKBP Dody Prawiranegara ini. Setelah sempat menuai prestasi yang cukup topcer saat masih menjabat Kapolres Bukittinggi dalam pengungkapan kasus narkoba terbesar di jajaran Polda Sumbar pada bulan Mai Tahun 2022 silam, namun dalam dua hari belakangan ini yang bersangkutan malah menjadi seorang pesakitan dan menyandang predikat sebagai tersangka jaringan narkoba.

Akibat nyanyian dari bandar narkoba bernama Linda Pujiastuti yang juga seorang pengusaha diskotik mantan Kapolres Bukittinggi tersebut ikut diamankan dan ditangkap bersama atasannya Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa.

Terbongkarnya keterlibatan AKBP Dody Prawiranegara dan atasannya Irjen Pol Teddy Minahasa, berawal dari dari keberhasilan Polda Metro Jaya mengungkap jaringan peredaran narkoba di Jakarta yang cukup meresahkan masyarakat. Dalam pengungkapan tersebut, Dirresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil mengamankan dan menangkap seorang bandar bernama Linda Pujiastuti yang dikenal dengan panggilan Mami Linda. Dari nyanyian bandar wanita itulah terbongkar peran serta keterlibatan AKBP Dody Prawiranegara dan Irjen Pol Teddy Minahasa sebagai pemasok sekaligus pengendali narkoba jenis sabu untuk jaringan mami Linda.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Reserse narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mukti Juarsa, pada Jumat (14/10) malam. Menurutnya Dari hasil pengembangan kasus, berdasarkan pengakuan Mami Linda, bahwa barang narkoba yang dia dapatkan berasal dari AKBP Dody. Bandar mengaku membeli kurang lebih sebanyak 2 kg narkoba jenis Sabu dari yang bersangkutan.

Selanjutnya masih dari keterangan Kombes Mukti, setelah AKBP Dody berhasil diamankan, yang bersangkutan mengaku sabu yang dia serahkan kepada mami Linda berasal dari barang bukti hasil penangkapan narkoba terbesar di wilayah hukum Polres Bukittinggi. Saat itu yang bersangkutan menjabat sebagai Kapolres setempat. Dody mengaku menyisihkan barang bukti sabu sebanyak 5 kg yang berasal dari tangkapan kasus narkoba dengan total 41,4 kg.

Pengambilan sabu itu dilakukan saat akan melakukan pemusnahan barang bukti di Mapolres Bukittinggi. Agar tidak ada pihak yang merasa curiga, Dody mengganti barang bukti sebanyak 5 kg tersebut dengan tawas.

Disamping itu, Doddy mengaku apa yang dia lakukan tersebut atas perintah atasannya Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa. Dirinya menyebutkan yang memperkenalkan ia dengan bandar mami Linda adalah Teddy. Teddy meminta dan mengarahkan dirinya untuk menjual narkoba sebanyak 2 kg dari total 5 kg barang bukti yang dicuri kepada mami Linda.

Selanjutnya Dody melakukan transaksi penjualan narkoba jenis sabu kepada mami Linda melalui perantara bernama Arief. Adapun uang hasil dari transaksi tersebut sebanyak Rp 300 Juta per kilogramnya disetorkan kepada Teddy Minahasa. Adapun pengakuan dari AKBP Dody ini masih terus didalami, papar Kombes Mukti menjelaskan.

Kronologi Peristiwa yang Menyeret Oknum Polisi Aktif

Seperti diketahui sebelumnya, terbongkarnya jaringan narkoba di wilayah hukum Polda Metro Jaya hingga melibatkan 5 orang polisi aktif mulai dari Bintara hingga Jendral tersebut berawal dari laporan masyarakat.

Hal itu diterangkan oleh Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Komaruddin, pada konfrensi pers Jumat (14/10) malam. Dia mengungkapkan peristiwa bermula dari adanya laporan masyarakat tentang aktifitas narkoba yang meresahkan di kawasan Jakarta Pusat.

Pada tanggal 10 Oktober 2022 malam, Satresnarkoba Polres Jakarta Pusat berhasil mengamankan seorang pengedar inisial HS. Pada penggerebekan dan penangkapan itu, polisi berhasil menyita barang bukti narkoba jenis sabu yang dibungkus dalam dua kantong platik masing masing seberat 32 gram dan 12 gram.

Dari hasil pengembangan polisi kembali mengamankan seorang pengedar lainnya bernama Abeng. Dari nyanyian abeng inilah polisi mendapatkan sebuah nama seorang oknum berpangkat Aipda bernama Acmad Darmawan dan bertugas di Polres Metro Jakarta Barat. Setelah diamankan dan dilakukan intrograsi, dari pengakuan Aipda Acmad, dia mendapatkan barang haram jenis sabu itu dari Kompol Kasranto yang menjabat sebagai Kapolsek Kali Baru Tanjung Priok.

Selanjutnya, Kapolres Jakarta Pusat langsung melaporkan hasil penggerebekan jaringan sabu yang ikut melibatkan 2 polisi aktif tersebut ke atasannya Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran. Oleh Fadil Imran, Komarudin diminta untuk berkoordinasi dengan Dirresnarkoba Polda Metro Jaya.

Dengan dipimpin oleh Kombes Pol Mukti Juarsa, gabungan Resnarkoba Polda Metro Jaya langsung melakukan penggerebekan di Mapolsek Tanjung Priok, Jakarta Utara dan mengamankan Kapolsek Kasranto. Dari penggerebekan tersebut, Resnarkoba Polda Metro Jaya berhasil menyita dan mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 305 gram.

Selain mengamankan Kompol Kasranto, Dirresnarkoba Polda Metro Jaya juga mengamankan seorang polisi aktif lainnya yang merupakan kaki tangan Kapolsek Kali Baru Tanjung Priok dalam jaringan peredaran narkoba bernama Aiptu Janto Situmorang.

Setelah Kompol Kasranto dibawa ke Mapolda untuk diperiksa, didapatlah dua nama bandar yang memasok sabu kepadanya yakni, Linda Pujiastiti. Menurut pengakuan Kasranto, Linda atau mami Linda ini sering mengadakan pertemuan dengan inisial AW di kawasan Kebun Jeruk.

Selanjutnya pada tanggal 12 Oktober 2022 dilakukan penangkapan terhadap Linda dan AW di kawasan komplek Taman Kedoya Baru sekira pukul 13.30 WIB. Dari tangan mereka polisi berhasil menyita 1 kg Sabu. Dari mami Linda inilah keluar nyanyian jika dia mendapatkan barang sabu itu dari AKBP Doddy Prawiranegara mantan Kapolres Bukittinggi dan bertugas di Polda Sumbar. Mami Linda juga menyebutkan jika masih ada sabu lagi yang disimpan di rumah Dody kawasan Cimanggis. Tanpa membuang waktu aparat langsung menuju kediaman AKBP Dody di Cimanggis serta dilakukan penggerebekan. Dalam penggerebekan tersebut petugas berhasil mengamankan dan menyita 2 kg sabu.

Setelah AKBP Dody diamankan dan dimintai keterangan, dia menyebutkan barang yang dipasok kepada bandar mami Linda merupakan hasil curian barang bukti tangkapan narkoba di Polres Bukittinggi pada sekitaran bulan Mei 2022 silam. Doddy juga menyebutkan jika yang dia lakukan tersebut atas perintah Irjen Pol Teddy Minahasa.

Atas pengakuan dari Dody tersebutlah, Polda Metro Jaya langsung melapor ke Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo. Selanjutnya Kapolri memerintahkan Divisi Propam Mabes Polri menangkap Irjen Pol Teddy Minahasa, paparnya. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here