IPTU. RIFAIZAL SAMUAL ”  JUMLAH PELANGGARAN DITEMUKAN MENINGKAT DARI HARI PERTAMA

Anggota Polantas menilang kendaraan langgar aturan

SUMBARTIME.COM-Pada hari kedua (Jumat 27 April 2018) dikota Solok, Operasi Patuh Singgalang  yang dilaksanakan oleh Satlantas Polres Solok Kota, menemukan peningkatan terhadap pelanggaran berlalu lintas, lebih dari 65 berkas surat tilang dikeluarkan, dan akan diteruskan kepengadilan untuk disidangkan.

Kasat Lantas Polres Solok Kota, Iptu. Rifaizal Samual yang terjun lansung pada operasi itu mengatakan, jumlah tersebut meningkat dibanding hari pertama OPS dilakukan, sementara itu mayoritas pelanggaran yang terjadi sama dengan hari sebelumnya.

Iklan

Diterangkannya, pada hari pertama OPS dilakukan,  sebanyak 60 berkas surat tilang diberikan kepada para pelanggar yang ada, dan tindakan berupa tilang itu adalah bentuk tindakan tegas yang diberikan oleh petugas Satlantas Polres Solok Kota kepada masyarakat yang tidak taat peraturan berlalu lintas.

Pada umumnya kesalahan yang ditemukan adalah kelengkapan surat kendaraan, dan pengendara dibawah umur, dan dikatakannya, setelah melengkapi adaministrasi, proses selanjutnya akan diteruskan kepada pihak pengadilan untuk disidangkan, imbuh Kasat Lantas Polres Solok Kota.

Lebih jauh orang nomor satu dijajaran Satlantas Polres Solok Kota itu menerangkan, OPS akan dilaksanakan selama 14 hari, yakni terhitung mulai sejak 26 April 2018 sampai dengan 9 Mei 2018 nanti.

Adapun sasaran operasi adalah pada pengemudi yang menggunakan Handphone saat berkendaraan, melawan arus jalan, berboncengan lebih dari satu orang, pengemudi dibawah umur, pengemudi atau penumpang yang tidak menggunakan helm SNI, pengemudi mabuk atau menggunakan narkoba, dan pengemudi yang melebihi kecepatan yang telah ditentukan.

Operasi Patuh adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh jajaran Polri secara serentak di Indonesia, dan kegiatan itu juga bertujuan meningkatkan ketertiban dan keselamatan dijalan raya menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1439 H.

Sesuai dengan undang undang nomor 22 tahun 2009, tentang lalu lintas dan angkutan jalan, petugas diharapkan mampu untuk memelihara keamanan, keselamatan, dan kelancaran serta ketertiban berlalu lintas (Kamseltibcar Labtas), serta harus mampu untuk meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakan berlalu lintas, imbuhnya.

Mengakhiri paparannya itu, Iptu.Rifaizal Samual mengajak masyarakat untuk membudyakan tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama. (Gia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here