Inilah Kisah Miris Nenek Buta Hidup Bersama Dua Anaknya Pengidap Gangguan Jiwa di LimapuluhKota

Rumah reot seorang Nenek 80 tahun berjarak ratusan meter dari kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Limapuluh Kota

SumbartimeLimapuluhkota-Miris dan menyedihkan, inilah kisah tentang seorang nenek tua berumur 80 tahun warga Sarilamak, Tanjung Pati. Kondisi fisik yang tua renta dan dalam kondisi buta, hidup seorang diri membesarkan dua anak lelakinya yang terkena penyakit gangguan jiwa.

Puluhan tahun mereka tinggal di dalam sebuah gubuk reot yang kondisinya sangat memperhatikan dan sangat tidak layak menjadi lokasi tempat tinggal. Jika hujan turun, air yang datang dari langitpun ikut mampir datang menemani sang nenek dan dua anaknya akibat atap rumah mereka yang bocor sana sini.

Iklan

Namun apa dikata miris dan menyedihkan, beruntung warga sekitar masih peduli terhadap mereka dan mau menyisihkan sedikit rezeki untuk sekedar makan agar bisa bertahan hidup. Adapun harta warisan berupa tanah dan sawah habis terjual untuk mengobati penyakit dua anaknya yang terkena gangguan jiwa.

Nasib pahit harus mereka hadapi, hidup sangat memprihatinkan dalam kondisi buta sang nenek harus merawat dua anak tercinta terkena penyakit gangguan jiwa. Berharap bantuan dari para dermawan untuk sekedar bertahan hidup.

Padahal, berjarak hanya seratusan meter dari gubuk mereka, berdiri angkuh dua buah bangunan mewah nan megah bernama Kantor Bupati Limapuluh Kota dan Kantor DPRD LimapuluhKota.

Namun faktanya, dari pengakuan beberapa warga yang nama mereka enggan untuk ditulis, didapat informasi, jika sang nenek renta nan juga buta serta dua anaknya tersebut, bertahan hidup hanya karena belas kasihan dari masyarakat dan bukan yang lain.

Jika ada yang memberi mereka sedikit rezeki, mereka makan, namun jika rezeki belum menghampiri mereka, dengan berat hati sang nenek dan dua anaknya harus terpaksa puasa.

Ujar warga, kehidupan keluarga tersebut bergantung dari belas kasihan masyarakat, tanpa ada sentuhan dan perhatian dari Pemerintah setempat, apalagi Wakil Rakyat. Jangankan untuk biaya berobat, bisa makan pun sudah hebat dan nikmat.

Padahal Kepala Daerah LimapuluhKota, paling senang membantu warga miskin dengan ikhlas. Mendatangi rumah rumah warga sambil memikul sekarung beras. Namun terhadap keluarga malang ini diduga luput dari pantuan Kepala Daerah.

Sementara dari tambahan info warga, nenek buta dan dua orang anaknya tersebut, belum pernah sekalipun didatangi Wakil Rakyat yang berkantor tak jauh dari gubuk reotnya walau hanya sekedar untuk mendengar keluhan serta menampung aspirasi sang nenek tersebut. (aa)

Foto & Video dari wartawan Jurnalis Televisi  Mardi Rosa Tanjung

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here