Ini Pengakuan Pasangan Suami Istri Warga Limapuluh Kota Yang Sempat Memberikan Tumpangan Menginap Kepada WNA Asal China

Pengakuan warga kepada wakil Bupati Limapuluh Kota
Iklan border=

SUMBARTIME.COM-Pukul 16.50 WIB, Selasa (27/11) sore, saat dalam perjalanan pulang dari kawasan Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, tiba tiba nomor ponsel Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan berdering.

Menurutnya, ada seseorang yang memberikan informasi kepadanya jika Selasa (27/11) pagi, sekira pukul 10.00 WIB, warga Jorong Gando, Nagari Kabupaten Limapuluh Kota, melihat aktifitas beberapa orang Warga Negara Asing ( WNA) di halaman depan sebuah rumah warga.

Iklan border=
Loading...

Mendapati laporan, Ferizal Ridwan menduga keras jika beberapa WNA yang terlihat oleh masyarakat di pekarangan rumah salah seorang warga di Jorong Gando tersebut adalah pelarian dari kawasan Mangani Koto Tinggi, tanpa membuang waktu memerintahkan sopirnya untuk mendatangi daerah yang disebutkan oleh sang informan kepadanya.

Setelah sampai di rumah yang dituju, Wakil Bupati langsung menemui si pemilik rumah yakni sepasang suami istri (Pasutri), sebut saja nama mereka Romeo dan Juliet (bukan nama sebenarnya). Dari pengakuan dan keterangan pasutri itulah, dirinya mendapatkan informasi berharga terkait dengan adanya aktifitas WNA di kawasan Mangani Koto Tinggi yang beritanya menjadi viral.

Menurut Pasutri Romeo dan Juliet tersebut kepada Ferizal Ridwan, benar bahwa mereka memberikan tumpangan menginap kepada 6 orang WNA  asal China di rumah mereka. Warga asing tersebut tinggal menumpang di rumah pasutri tersebut sejak Senin (26/11) siang sampai Selasa (27/11) siang pukul 14.30 WIB, ungkap mereka kepada Wabup.

Dalam pengakuan pasutri tersebut, ke 6 WNA asal China yang menginap di rumah mereka atas rekomendasi anaknya yang bekerja di sebuah gudang pinang kawasan Seberang Betung, Kota Payakumbuh.

Saat itu anak dari pasutri tersebut memohon kepada orang tuanya agar membolehkan ke 6 WNA tersebut menginap hingga beberapa hari dengan alasan kalau tinggal di hotel butuh biaya besar.

Baca Juga :  Dari Dataran China Puluhan WNA Menambang Emas Ilegal Di Mangani Koto Tinggi

Akibat dibujuk oleh anaknya itulah, maka pasutri itu akhirnya memberikan izin dengan catatan agar ke 6 WNA tersebut melapor ke Wali Jorong setempat dan ke Polsek Koto Baru. Setelah menjalani prosedur yang disyaratkan, maka ke 6 WNA yang diduga pelarian dari kawasan Mangani, Koto Tinggi itu tinggal menumpang di rumah pasutri tersebut.

Namun ungkap pasutri itu lagi, mereka terkendala bahasa saat berkomunikasi dengan WNA tersebut. Ke 6 warga China itu tidak bisa berbahasa Indonesia, sehingga mereka saling berinteraksi hanya menggunakan bahasa isyarat.

Pada Selasa (27/11) siang sekira pukul 13.30 WIB, anak pasutri itu memberitahukan kepada mereka, jika ke 6 WNA tersebut akan segera dibawa ke Padang menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dengan menggunakan mobil travel. Adapun alasan membawa pergi ke 6 warga asing itu menurut anaknya lantaran saat itu masyarakat heboh tentang pemberitaan adanya aktifitas WNA asal China di Mangani, papar Pasutri tersebut.

Tepat pukul 14.00 WIB, datang sebuah mobil travel ke rumah pasutri tersebut yang tugaskan oleh mister x, agar segera melarikan ke 6 warga asing tersebut menuju Bandara BIM untuk diberangkatkan dengan pesawat pada pukul 19.00 WIB malam.

Kepada Wakil Bupati Ferizal Ridwan, pasutri itu juga mengatakan seandainya tidak heboh pemberitaan tentang WNA itu, maka dipastikan orang asing itu masih menginap dirumahnya, tutup mereka. (aa)

 

 

 

. . . .
Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here