Di SPBU Kawasan Tanjung Pauh Perbatasan Sumbar Riau, Diduga Lebih Mengutamakan Pengisian Jerigen dan Drum

SUMBARTIME.COM-Antrian panjang kendaraan bermotor terjadi di sebuah pangkalan SPBU di kawasan Nagari Tanjung Pauh, Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, perbatasan Sumbar- Riau, pada Minggu (25/11) malam, sekira pukul 20.00 WIB.

Antrian panjang hingga sampai ke badan jalan raya itu dikarekan banyaknya kendaraan roda empat dan roda besar, serta sepeda motor menunggu jatah pengisian bbm, di SPBU tersebut.

Iklan
Loading...

Ironisnya ujar salah satu warga setempat yang ikut antri menunggu giliran jatah pengisian bahan bakar, pihak SPBU lebih mengutamakan mengisi puluhan jerigen serta drum yang dibawa oleh agen pengecer ketengan daripada mengisi kendaraan bermotor yang cukup lama antri, ujarnya mengatakan.

Menurut warga itu lagi yang namanya enggan untuk ditulis, fenomena itu sering terjadi di SPBU tersebut terutama pada malam hari di atas pukul 22.00 WIB, hingga subuh hari, paparnya.

Kebanyakan para agen pengecer bbm tersebut membawa jerigen bahkan drum dalam jumlah yang cukup banyak dengan menggunakan kendaraan bermotor berupa becak dan kendaraan roda empat, tambahnya lagi.

” Iya bang, fenomena ini sering terjadi. petugas SPBU lebih mengutamakan pengisian bbm baik premium maupun solar bersubsidi kepada pihak agen pengecer,” tutur warga.

Tentu saja para agen pengecer harus mengeluarkan uang ekstra diluar harga bbm untuk diberikan kepada karyawan SPBU yang telah mengisi jerigen jerigen mereka, katanya lagi.

Di jelaskan, bbm bersubsidi yang di beli oleh para agen pengecer dijual lagi terutama di kawasan kawasan pelosok, dengan harga yang cukup mahal. Selain para agen pengecer, diduga perusahaan perusahaan besar yang berada di sekitaran SPBU tersebut juga kerap membeli BBM bersubsid dengan aman tanpa adanya pengawasan dan kontrol dari aparat.

Untuk itu dia dan warga lainnya berharap agar pihak aparat kepolisian bisa turun tangan menertibkan oknum nakal karyawan SPBU yang lebih mengutamakan pengisian jerigen dari pada kendaraan bermotor, harapnya.

Terpisah, salah satu aparat yang bertugas di salah satu kesatuan, membenarkan jika fenomena itu diduga kerap terjadi di SPBU tersebut. Menurutnya dari hasil pengamatan, ada permainan oknum nakal karyawan SPBU yang lebih mengutamakan pengisian jerigen daripada kendaraan bermotor sehingga warga setempat resah atas tindak tanduk dan perbuatan mereka, pungkasnya mengatan. (aa)

 

Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here