Duka Kabupaten Agam, Banjir Bandang Terjang Kecamatan IV Nagari

Banjir bandang terjang IV Nagari Agam

SUMBARTIME.COM-Banjir bandang yang menerjang dan melanda kawasan Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Agam, Kamis (12/3) sore sekira pukul 16.35 WIB, telah meninggalkan duka tersendiri bagi masyarakat sekitar.

Air sungai Sitalang Api yang biasanya tenang tiba tiba berubah menjadi riak deras yang bercampur lumpur serta material potongan kayu mengantam areal persawahan serta perkebunan warga pada Jumat sore itu. Tidak itu saja, Air galodo tersebut juga menghantam pemukiman serta sarana fasilitas pasar, ibadah dan pendidikan.

Iklan

Di kawasan Jorong Kampung Melayu, Nagari Sitalang, tercatat puluhan unit rumah tergenang lumpur. 6 unit diantaranya mengalami rusak berat. Selain itu 6 unit warung milik warga mengalami rusak berat serta terendam lumpur. Adapun kawasan pasar nagari juga terendam oleh material lumpur.

Selain itu dilaporkan dua unit Mesjid di kawasan tersebut, yakni Mesjid Al Abrar serta Mesjid Taqwa juga terendam lumpur mencapai setinggi 50 cm.

Selain merusak fasilitas warga, sebuah jembatan penghubung Nagari Sitalang dan Nagari Palembayan juga putus serta ambrol diterjang air bah yang bercampur lumpur serta material potongan kayu.

Sementara di kawasan Nagari Batu Kambing, dilaporkan sedikitnya 30 unit rumah warga terendam lumpur. Selain itu beberapa ruang sekolah MTsN Batu Kambing jebol dihantam air bah sehingga banyak sarana fasilitas pendidikan di sekolah tersebut mengalami rusak berat.

Yang paling memiriskan, menurut Satgas BPBD Agam yang dipimpin Kabid KL Syafrizal, SH.MH menyebutkan akibat peristiwa banjir bandang tersebut yang melanda beberapa kampung di kawasan Kecamatan IV Nagari tersebut, belasan warga terjebak dan terkurung kurang lebih hampir 5 jam di beberapa titik.

Di jelaskan, di Pulau Batu Pelano ada 9 warga yang terebak banjir, di Pulau Kampung Melayu ada 8 warga, dan 1 orang di Pulau Tandikek. Belasan warga tersebut terjebak dan berada di kebun kebun mereka saat peristiwa terjadi, papar Syafrizal.

Belasan warga yang terjebak pada pukul 17.00 WIB tersebut baru bisa di evakusi pada pukul 21.30 WIB, dengan menggunakan tali tambang menyeberangi sungai, timpalnya lagi.

“Saat ini Pemerintah Daerah berrsama pihak TNI/Polri masih mendata berapa kerugian yang ditimbulkan alkibat banjir bandang yang melanda kawasan Kecamatan IV Nagari,” tutupnya Syarizal mengatakan. (ezi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here